Suara.com - Pemanis asli memang dapat menambah kalori, tetapi pemanis buatan dapat menyebabkan diabetes, Sebab, pemanis buatan dapat mengubah kadar gula darah.
Menurut data terbaru yang terbit di jurnal Cell, ilmuwan menemukan bahwa pemanis buatan dapat mengubah mikroba di usus dengan memengaruhi kadar gula darah.
Peneliti pernah mengidentifikasi fenomena yang sama pada tikus ketika tahun 2014. Dari studi ini, mereka pun penasaran apakah hasilnya juga akan sama.
Pemanis buatan, seperti sakarin atau aspartam, terkandung dalam banyak produk minuman dan makanan kemasan. Selama ini, produsen menyangkal bahwa pemanis buatan tersebut memiliki efek buruk pada tubuh.
Namun, data terbaru ini menunjukkan bahwa kita perlu berhati-hati dalam mengonsumsinya.
Dalam studi ini, peneliti membagi kelompok menjadi enam, yang terdiri dari dua kelompok kontrol dan empat kelompok lain yang mengonsumsi pemanis buatan, seperti aspartam, sakarin, stevia, atau suklarosa.
"Kami menemukan dua pemanis buatan, (yakni) sakarin dan suklarosa, secara signifikan berdampak pada toleransi glukosa pada orang dewasa yang sehat," kata penulis senior Eran Elinav dari Pusat Kanker Nasional Jerman, dikutip New York Post.
Menariknya, perubahan pada mikroba di usus sangat berkolerasi dengan perubahan dalam respons kadar gula darah.
Tetapi, peneliti menambahkan bahwa hasilnya dapat berbeda pada tiap orang. Ini tergantung pada variasi mikroba di usus orang yang mengonsumsinya.
Baca Juga: Bisa Bikin Obesitas Hingga Diabetes, Ini Dampak Negatif Makan Terlalu Cepat
Penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa pemanis buatan dapat memiliki efek buruk pada metabolisme dan pengendalian nafsu makan seseorang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya