Suara.com - YouTuber Atta Halilintar masih dirawat di rumah sakit karena menderita demam berdrah dengue (DBD) sejak akhir pekan lalu.
Namun, kondisi Atta tampaknya sedang turun karena pada tayangan terbaru yang diunggah ke kanal YouTube AH terungkap trombosit suami Aurel Hermansyah tersebut di angka 49 per mikroliter darah.
"Yahh...ayang harus bed rest, sekarang (trombosit) di bawah 50," kata Aurel, yang sedang menjenguk suaminya bersama buah hati, Ameena.
Trombosit atau keping darah memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah.
Jumlah trombosit normal dalam darah adalah sekitar 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah. Jumlah yang terlalu tinggi atau rendah dapat menunjukkan adanya gangguan kesehatan.
Ketika jumlah trombosit di dalam darah terlalu rendah, kondisi ini disebut trombositopenia. Bila ini terjadi, tubuh akan sulit menghentikan pendarahan bila terjadi luka.
Menyadur Alodokter, penurunan jumlah trombosit dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk:
- Anemia aplastik
- Penyakit hati kronis
- Idiopathic trombocytopenic purpura (ITP)
- Defisiensi vitamin B12 dan asam folat
- Infeksi, seperti sepsis dan demam berdarah dengue (DBD)
- Leukemia
- Gangguan autoimun
- Kehamilan
- Efek samping obat-obatan tertentu, misalnya antibiotik, obat pengencer darah, obat epilepsi, dan kemoterapi
Jumlah trombosit yang menurun bisa saja tidak bergejala, tetapi kondisinya bisa terlihat saat tubuh mudah mengalami pendarahan.
Baca Juga: Trombosit Atta Halilintar Turun Sampai 49, Ini Makanan yang Harus Dikonsumsi!
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem