Suara.com - Mengapa pria mengantuk setelah berhubungan seks? Menurut penulis "Men, Love and Sex: The Complete User Guide For Women", Dave Zinczenko, jawabannya ada beberapa kemungkinan.
"Seks terkadang lebih melelahkan bagi pria daripada wanita, meski ini bervariasi. Jadi, wajar jika seorang pria merasa mengantuk," kata Dave, dikutip Live Science.
Selain itu, seseorang harus melupakan semua ketakutan dan kecemasan agar bisa orgasme. Tindakan tersebut cenderung membuat orang lebih rileks.
Selama ejakulasi pun, otak melepaskan campuran bahan kimia otak, seperti norepinefrin, serotonin, oksitosin, vasopresin, oksida nitrat (NO), dan hormon prolaktin.
Pelepasan prolaktin sendiri juga terkait dengan perasaan kepuasaan seksual, yang memediasi pria selama masa "pemulihan", Itu adalah waktu yang harus ditunggu pria sebelum berhubungan seksual lagi.
Peneliti telah membuktikan bahwa pria yang kekurangan prolaktin memiliki pemulihan waktu yang lebih cepat.
Tingkat prolaktin secara alami lebih tinggi saat tidur. Itu menunjukkan hubungan yang kuat antara prolaktin dan tidur, sehingga kemungkinan pelepasan hormon selama orgasme menyebabkan pria merasa mengantuk.
Prolaktin juga menjelaskan mengapa pria lebih mengantuk setelah berhubungan seks daripada setelah masturbasi.
Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa orgasme dari hubungan seksual melepaskan prolaktin empat kali lebih banyak daripada orgasme dari masturbasi.
Baca Juga: Monyet-monyet di Ubud Bali Masturbasi Pakai Batu, Digosok-gosok ke Alat Kelamin Kayak Mainan Seks
Oksitosin dan vasopresin, dua bahan kimia lain yang dilepaskan selama orgasme, juga terkait dengan tidur. Pelepasan kedua hormon ini juga seringnya disertai melatonin, hormon utama yang mengatur ritme sirkadian.
Di sisi lain, oksitosin juga dapat mengurangi stres, yang sekali lagi dapat menyebabkan relaksasi dan kantuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien