Suara.com - Operasi bariatrik merupakan salah satu pilihan pengobatan yang paling efektif untuk menurunkan berat badan bagi penderita obesitas.
Pembedahan tersebut menyebabkan penurunan asupan kalori total dan dikaitkan dengan pengurangan rasa lapar, peningkatan rasa kenyang, dan perubahan pola makan.
Karenanya, setelah operasi, pasien harus menjalani serangkaian perubahan perilaku dan pola makan. Umumnya, pasien akan mempraktikkan pola makan vegetarian setelah operasi bariatrik.
"Setelah operasi bariatrik, asupan makanan dibatasi pada tahun pertama. Selain itu, intoleransi terhadap makanan dengan rasa yang kuat, seperti daging, telur dan ikan, masih tinggi," kata ahli gizi bariatrik Mariam Lakdawala, dikutip dari The Health Site.
Selain pola makan vegetarian, Mariam Lakdawala juga menyarankan makanan berikut, yang bagus bagi pasien steelah bariatrik:
1. Tahu
Tahu merupakan sumber protein, kalsium, dan isoflavon, yang sangat baik dan rendah lemak. Ini dapat ditambahkan ke sayuran.
2. Yoghurt
Ini adalah sumber protein, kalsium, dan probiotik berkualitas baik yang menjaga pencernaan. Ini dapat digunakan sebagai saus pada smoothie, salad, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Mengenal Diet Vegetarian dan Manfaatnya bagi Pasien Kanker
3. Keju rendah lemak dan rendah sodium
Kaju dapat ditambahkan ke dalam makanan jika rendah lemak dan sodium. Penting untuk memilih keju yang mengandung 3 hingga 4 lemak dan kurang dari 100 miligram sodium dalam 20 hingga 25 gram keju.
4. Almond
Biji-bijian ini rendah karbohidrat, tinggi protein, tinggi serat dan kaya antioksidan serta lemak sehat untuk meningkatkan kesehatan jantung.
Kandungan serat dan protein yang tinggi memberikan rasa kenyang sehingga menjadikannya pilihan camilan yang baik untuk menurunkan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi