Suara.com - Heboh ada yang menonjol dari celana Bryan Domani saat dipeluk oleh Lucinta Luna. Belakangan, diketahui bahwa yang menonjol tersebut adalah ponsel yang ada di kantung celana.
Tonjolan pada celana pria memang kerap dikaitkan dengan ereksi dan rangsangan seksual. Padahal ereksi tidak terjadi hanya karena terangsang loh!
Mengutip Hello Sehat, setidaknya ada tiga penyebab seseorang mengalami ereksi yang bukan terjadi karena rangsangan seksual.
1. Pengaruh kualitas tidur
Pakar mengatakan saat tidur di malam hari, pria biasanya mengalami 3-5 kali ereksi dengan durasi 25-30 menit. Ereksi spontan ini terjadi saat seseorang memasuki tahapan tidur dalam alias Rapid Eye Movement (REM).
Saat memasuki fase REM, tubuh akan memproduksi sejumlah hormon, yang membuat orang mengeluarkan perintah untuk mengalirkan lebih banyak darah ke area selangkangan.
Kondisi ini normal dialami oleh pria sehat dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan.
2. Perubahan hormon mendadak
Perubahan hormon yang terjadi, misalnya penurunan atau penambahan kadar testoren dalam tubuh, bisa menyebabkan ereksi spontan.
Baca Juga: Warganet Kompak Sebut Ayu Ting Ting Mirip Lucinta Luna Gegara Unggah Foto Rambutnya Berponi
Terkadang, ereksi spontan bisa saja terjadi ketika Anda sedang kerja, mandi, mengemudi, atau bahkan saat makan.
Sebagian besar kondisi ini masih wajar dan normal, bukan sesuatu yang patut dikhawatirkan.
Hal ini pun bisa jadi tanda kalau tubuh Anda sedang dalam keadaan sangat baik.
3. Morning wood
Nocturnal penile tumescence (NPT) adalah ereksi di pagi hari, kadang-kadang disebut morning wood.
Gejala utama NPT adalah bangun dengan penis ereksi. NPT adalah kejadian umum dan normal.
Bangun dengan penis ereksi adalah tanda suplai darah dan saraf yang sehat ke penis. Remaja laki-laki dan pria dengan NPT cenderung mampu mempertahankan ereksi lebih lama.
NPT lebih sering terjadi pada pria yang lebih muda, meskipun pria dewasa dapat mengalami hal ini.
Saat pria mencapai usia 40 – 50 tahun, kadar testosteron alami mulai turun. Saat testosteron menurun, kemunculan NPT juga dapat menurun.
Berita Terkait
-
Sepi Penonton, Film Para Perasuk Dikritik Gara-Gara Casting Kurang Ndeso
-
Gonta Ganti Jati Diri Berubah Jadi Perempuan Lagi, Lucinta Luna Panen Hujatan
-
Dihujani Hujatan usai Balik Jadi Perempuan, Lucinta Luna Bela Diri: Ini Kebahagiaanku!
-
Lucinta Luna Balik Jadi Perempuan saat ke Korea, Tampil Maskulin Cuma Prank?
-
Viral Bryan Domani Jadi Saksi Nikah ART di Rumah Sederhana, Vibes-nya Pak RT Banget
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi