Suara.com - Edukasi terkait pertolongan pertama menjadi hal penting untuk setiap orang, tidak terkecuali anak. Dengan mengetahui pertolongan pertama, lebih bisa meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Sayangnya, edukasi tentang pertolongan pertama belum diketahui seccara luas. Oleh sebab itu, SehatQ dan Hansaplast melakukan edukasi tentang pertolongan pertama kepada anak, untuk memperingati Hari Pertolongan Pertama Sedunia yang jatuh pada 11 Oktober 2022.
Global Marketing Director dari Beiersdorf Health Care, Jennie Ebba Bengelsdorf merasa terdorong untuk mengedukasi masyarakat Indonesia soal pentingnya pertolongan pertama, terutama sejak usia dini.
Menurutnya, dengan mengedukasi anak-anak soal pertolongan pertama pada luka diharapkan mereka bisa terhindar dari infeksi akibat kuman dan bakteri. Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya konsisten mengadakan program edukasi kepada anak-anak selama 7 tahun dan berharap akan tetap berlanjut.
Group Brand Manager Hansaplast, Dr. Christopher Vierhaus,juga mengungkapkan pentingnya edukasi ini.
“Kami, Hansaplast, berharap dengan edukasi ini, anak-anak Indonesia dapat memberikan pertolongan pertama bukan hanya kepada dirinya sendiri tetapi kepada temannya dan bahkan anggota keluarganya”.
Senada dengan itu, Andrew Sulistya sebagai Chief Commercial Officer, juga menguatkan pesan dari Hansaplast bahwa program edukasi kesehatan ini sangat baik dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya mengkhususkan diri untuk menjalankan aktivasi event dan program kesehatan, baik bekerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta, seperti Hansaplast. Andrew mengatakan dapat membantu menyediakan penyuluh dari tenaga kesehatan hingga layanan lainnya seperti cek kesehatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi