Suara.com - Potensi untuk kualitas hidup lebih baik yang ditawarkan produk tembakau alternatif membuat sejumlah kalangan melirik produk ini. Sebut saja Budiyanto, mantan pebalap yang memutuskan untuk beralih ke produk tembakau alternatif sejak delapan tahun lalu, setelah sebelumnya merokok.
Pembalap yang saat ini dikenal sebagai Budi JVS (Jakarta Vape Shop) ini bercerita, delapan tahun lalu dia merupakan perokok berat. Dalam sehari, dia bisa mengonsumsi rokok hingga tiga bungkus. Namun, karena ingin memperbaiki kualitas hidupnya, maka dirinya mulai beralih ke rokok elektrik, salah satu jenis dari produk tembakau alternatif. Sejak menggunakan rokok elektrik, Budi merasakan dampak yang lebih baik bagi tubuhnya.
“Banyak, saya merasa jauh lebih baik,” kata dia, dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Selasa (8/11/2022).
Budi juga mengaku terbebas dari bau rokok yang menyengat dan menghemat biaya ke dokter gigi karena tidak lagi terjadi penumpukan karang pada giginya. Selain itu, karena produk tembakau alternatif tidak menghasilkan asap, tidak ada lagi residu yang menempel di baju hingga furnitur. Dia juga tidak lagi mendapati rasa asam pada mulutnya saat bangun tidur.
Tidak hanya manfaat pribadi, Budi mengaku keputusannya untuk beralih juga membawa manfaat bagi orang-orang di sekitarnya, terutamanya bagi istrinya.
Mengingat begitu banyak manfaat yang sudah dirasakannya sebagai konsumen produk tembakau alternatif, Budi berharap pemerintah bisa lebih terbuka dengan kehadiran produk-produknya di Indonesia. Keterbukaan tersebut bisa diwujudkan lewat adanya perbedaan perlakuan, seperti penerbitan regulasi yang dibuat secara khusus untuk produk tembakau alternatif.
Menurut Budi akan sangat tidak adil jika aturan terhadap produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin, dibuat secara khusus dan disamakan dengan rokok.
“Industri produk tembakau alternatif ini baru. Jadi harus diberikan perlindungan oleh pemerintah,” serunya.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Kecil yang Dapat Menjaga Kesehatan Mental, Yuk Terapkan!
Berita Terkait
-
4 Manfaat Me Time yang Sayang untuk Dilewatkan, Sudah Tahu?
-
5 Manfaat Daun Suji untuk Kesehatan, Yuk Kenali!
-
Kelelahan Tiap Bekerja? Kenali 4 Tanda Kamu Mengalami Overworked
-
4 Manfaat Jus Apel untuk Kesehatan Lengkap dengan Kandungan Gizinya
-
Resep Ramuan Sehat Ultimate ala Dokter Zaidul Akbar yang Ampuh Obati Banyak Penyakit, Ibu Hamil Wajib Baca
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan