Suara.com - Ada beberapa orang terbiasa tidur memeluk guling, bahkan jika tidak melakukannya ia tidak akan bisa tidur dengan benda panjang nan empuk itu.
Tapi siapa sangka, meski terkesan sepele tidur memeluk guling juga bermanfaat untuk kesehatan loh, khususnya bisa membuat tubuh lebih nyaman.
Tapi yang perlu diingat bantal guling yang digunakan harus cukup kencang dan empuk sekaligus agar benar-benar bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Berikut ini 8 manfaat tidur pakai guling, mengutip Goody Feed, Selasa (15/11/2022).
1. Menenangkan dan Cegah Insomnia
Penelitian psikologi menunjukan meringkuk bisa membuat orang yang tertidur lebih rileks, hasilnya tidur lebih baik nyenyak dan produktivitas lebih baik di esok hari.
2. Memperbaiki Postur Tubuh
Saat tidur sambil memeluk guling dengan kondisi miring dan meluruskan punggung saat tidur, ini mendorong postur tubuh yang baik, karena guling menjaga punggung tetap lurus saat tidur.
3. Alat Mencegah Cedera
Baca Juga: Sayang Banget dengan Peliharaan, Bocah Ini Tidur Menyatu dengan Kucing
Menariknya guling bukan sekedar bantal belaka, tapi berfungsi sebagai alat ortopedi, karena ampuh mencegah keseleo dan nyeri tubuh.
4. Lebih Aman Untuk Anak
Karena bentuk guling yang cenderung kaku, sehingga lebih aman untuk bayi dan balita dibandingkan bantal. Hasilnya anak dan bayi tidak akan berisiko menghalang pernapasan saat mereka tidur.
5. Meredakan Ketegangan Leher
Guling bisa digunakan sebagai penyangga leher yang lebih baik. Ditambah otot yang tegang selama beberapa hari, bisa diredakan sepanjang malam.
6. Meringankan Cedera Punggung
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya