Suara.com - Musim hujan memang memberikan kesejukan usai hawa panas yang tercipta selama kemarau. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa musim hujan juga membawa berbagai macam penyakit yang mengancam.
Apa saja penyakit musim hujan?
Melansir dari laman Odomos Project, berikut adalah berbagai jenis penyakit musim hujan yang kerap menjangkit orang-orang.
Gigitan nyamuk Aedes, khususnya Aedes aegypti akan membawa infeksi virus ke dalam tubuh dan menyebabkan demam berdarah. Selain demam, kondisi ini biasanya ditandai dengan pembengkakan pada kelenjar getah benin dan hipersensitivitas.
Selain menjaga lingkungan tetap bersih, Anda bisa menggunakan gel anti nyamuk sebelum tidur.
2. Chikungunya
Genangan air yang kerap terbentuk usai hujan merupakan saran tempat terbaik untuk nyamuk berkembangbiak. Salah satunya oleh nyamuk jenis Aedes albopictus penyebab chikungunya.
Penyakit musim hujan ini biasanya ditandai dengan demam tinggi, nyeri sendi akut, dan suhu tubuh yang panas dingin.
Baca Juga: 6 Tips Agar Cucian Tidak Bau Apek Saat Musim Hujan
3. Malaria
Gigitan nyamuk anopheles merupakan penyebab terjadinya malaria karena infeksi parasit plasmodium. Daerah beriklim sedang seperti Indonesia memang salah satu tempat terbaik berkembangnya nyamuk ini.
Malaria ditandai dengan anemia berat, tubuh menggigil, demam tinggi, dan keringat yang bercucuran.
4. Kolera
Penyakit musim hujan selanjutnya adalah kolera. Bukan karena gigitan nyamuk, kolera disebabkan oleh infeksi Vibrio cholerae yang kerap ditemukan pada air. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sumber air tetap bersih.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan kram otot, peningkatan detak jantung, dan tekanan darah rendah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan
-
Bergerak dengan Benar, Kunci Hidup Lebih Berkualitas
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih