Suara.com - Jika dirasa mampu, ibu menyusui alias busui bisa berpuasa sesuai arahan dokter. Kuncinya adalah memastikan nutrisi untuk si kecil tercukupi saat memberikan ASI alias mengASIhi. Gimana ya caranya?
Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan RSIA Grand Family, dr. Edward Tony Ngantung, Sp.OG menjelaskan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membolehkan ibu menyusui berpuasa, karena pada dasarnya hanya memindahkan jadwal makan harian ke waktu sahur dan berbuka.
"Sehingga tubuh perlu mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang selama sahur dan buka puasa untuk menyimpan makanan dan dapat menggunakannya saat diperlukan," ujar dr. Edward melalui keterangan Eka Hospital yang diterima suara.com Selasa (4/4/2023).
Ia menambahkan, jika ibu menyusui melakukan puasa dengan cara cepat maka bisa memberikan manfaat untuk kesehatan dirinya dan bayi.
"Seperti menjaga berat badan memelihara kesehatan jantung, hingga membantu proses detoksifikasi. Karenanya diperlukan makanan dan gizi yang lebih untuk ibu menyusui agar dapat tetap bugar saat berpuasa, termasuk mencukupi kebutuhan cairan," papar dr. Edward.
Berikut ini cara agar ibu menyusui cukup minum dan cukup gizi yang perlu diperhatikan.
1. Minum 3 Liter Air Sehari
3 liter air minum maka setara dengan 12 gelas air, yang bisa dibagi-bagi sejak buka puasa hingga sahur. Seperti minum air 2 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah salat magrib, 1 gelas sebelum dan setelah tarawih.
1 gelas sebelum tidur, 2 gelas bangun sahur, 1 gelas sebelum sahur, dan 1 gelas setelah sahur.
2. Konsumsi Air Kelapa
Jika dirasa bosan mengonsumsi air putih, maka air kelapa murni bisa jadi alternatif. Ini karena selain mengandung mineral, air kelapa juga mengandung asam amino yang baik untuk bayi.
"Air kelapa murni dapat menjadi minuman alternatif terbaik, sebab air kelapa bisa membantu menghidrasi tubuh, sekaligus mendukung sekresi ASI dan menjaga sistem imun tubuh," papar dr. Edward.
3. Cukup Konsumsi Protein
Alih-alih protein nabati, protein hewani sangat baik untuk otak dan perkembangan bayi, terlebih bagi ibu menyusui protein bisa menambah energi selama seharian berpuasa.
"Konsumsi makanan yang mengandung cukup protein dan karbohidrat seperti oatmeal, telur, dan yoghurt guna meningkatkan jumlah produksi ASI," terangnya.
4. Hindari Makanan Manis
Makanan manis khususnya makanan olahan mengandung gula tinggi, yang bisa meningkatkan kadar gula dalam darah ibu menyusui dan menyebabkan diabetes. Termasuk makanan tinggi gorengan bisa meningkatkan kadar kolesterol.
"Juga hindari konsumsi makanan manis dan tinggi lemak seperti gorengan dan kue, tapi dapat diganti dengan makanan bergizi yang mudah dicerna oleh tubuh, seperti sup, buah, sayur, ikan, kacang-kacangan," tutup dr. Edward.
Berita Terkait
-
Kapan Bayi yang Baru Lahir ke Dunia Wajib Bayar Zakat Fitrah? Kenali Dulu 2 Waktu Ini Kata Ustadz Abdul Somad
-
CEK FAKTA: Nissa Asyifa Muncul ke Publik Terang-terangan Ungkap Siapa Ayah dari Bayi yang Dilahirkannya, Alshad Ahmad Siap Tes DNA
-
Resep Berbuka dengan Sup Buah Nutrisi Melimpah ala Dr Zaidul Akbar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh