Suara.com - Luka tersebut memiliki risiko menjadi parah karena adanya penyumbatan aliran darah sehingga sulit sembuh. Sudah pasti diamputasi?
Hal tersebut membuat pasien berisiko diamputasi jika sudah parah. Namun, apakah semua pasien diabetes yang memiliki luka harus selalu diamputasi?
Dokter Ahli Luka, dr. Adisaputra Ramadhinara, MSc CWSP, FACCWS mengatakan, ketika penderita diabetes mengalami luka, tidak semua harus diamputasi. Pasalnya, ketika luka tersebut belum parah lalu mendapatkan penanganan segera dan tepat, maka dapat kembali pulih normal.
Sementara itu, dr. Adisaputra menjelaskan, hal-hal yang menyebabkan pasien harus diamputasi bisa karena perawatan lukanya yang kurang tepat. Hal ini membuat luka menjadi semakin parah sehingga harus mengambil tindakan amputasi.
“Sebenarnya luka kalau lakukan perawatan yang tepat dan segera bisa kembali normal. Yang buat amputasi itu karena perawatan lukanya kurang tepat, kadang diobati saat sudah parah dan hitam. Sementara kalau sudah hitam ya harus diamputasi,” jelas dr. Adisaputra dalam media gathering Heartologu Cardiovascular Center, Kamis (4/5/2023).
Selain perawatan yang salah, diagnosa yang diberikan juga harus diperhatikan. Berdasarkan keterangan dr. Adisaputra, ada beberapa dokter yang langsung melakukan tindakan amputasi. Sementara setelah itu, lukanya justru semakin melebar. Padahal, kondisi ini terjadi karena adanya penyumbatan aliran darahnya.
Oleh sebab itu, luka yang dialami pasien tidak kunjung sembuh karena diagnosa yang salah. Seharusnya yang diperbaiki terlebih dahulu adalah aliran darah yang tersumbat itu.
“Bisa juga diamputasi karena diagnosa yang tidak tepat, jadi main amputasi aja sementara lukanya semakin melebar. Padahal itu area penyumbatan aliran darah. Oleh sebab itu, harus dicek dan mendapatkan diagnosa yang tepat dulu,” sambung dr. Adisaputra.
Untuk itu ketika ada luka, pasien dengan diabetes harus segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah lukanya berpotensi menjadi akut dan membahayakan. Jika membahayakan dokter bisa melakukan penanganan segera agar tidak sampai diamputasi.
Baca Juga: Kenali 4 Tipe dan Penyebab Diabetes Berikut Ini, Jangan Diremehkan!
Ini menjadi hal penting yang perlu diketahui, terutama bagi pasien diabetes. Apalagi, jumlah pasien diabetes saat ini juga cukup tinggi. Diperkirakan jumlah penyandang diabetes di dunia sekitar 439 juta pada 2030 mendatang. Dari jumlah tersebut sebanyak 9 persennya ada di Indonesia.
“Ini penting diketahui karena banyak orang ada luka dan diabetes tidak tahu dan harus diamputasi. Padahal, bisa diselamatkan jika belum parah,” pungkas dr. Adisaputra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien