Hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992. Awalnya, tidak ada tema khusus yang diusung. Tujuan utamanya adalah mempromosikan kesehatan mental dan mengedukasi masyarakat tentang isu-isu terkait hal tersebut.
Pada tiga tahun pertama, yaitu 1992, 1993, dan 1994, disiarkan program televisi global berdurasi 2 jam melalui satelit dari studio di Tallahassee, Florida, yang mendapat respons positif dari berbagai belahan dunia.
2. Mengusung Tema Berbeda Setiap Tahun
Pada tanggal 10 Oktober setiap tahunnya, WFMH memilih tema berbeda yang sesuai dengan isu-isu kesehatan mental terkini. Tema pertama diusung pada 1994 atas saran Sekretaris Jenderal WFMH, Eugene Brody, dengan topik "Improving the Quality of Mental Health Services throughout the World". Kampanye ini mendapatkan umpan balik dari 27 negara, dan sangat berpengaruh di Australia dan Inggris.
3. Penunjukan Menteri Pencegahan Bunuh Diri Pertama di Inggris
Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia 2018, Perdana Menteri Theresa May menunjuk Jackie Doyle-Price sebagai menteri pencegahan bunuh diri pertama di Inggris. Hal ini terjadi ketika pemerintah menyelenggarakan pertemuan puncak kesehatan mental global pertama.
4. Program Edukasi Jangka Panjang
Sejak pertama kali diperingati hingga saat ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan hanya sekadar peringatan satu hari. Ini merupakan bagian dari program jangka panjang untuk mengedukasi dan mengingatkan pentingnya kesehatan mental.
Program ini terus berkembang dan diadopsi di seluruh dunia, dengan banyak kegiatan yang diadakan oleh komunitas dan organisasi. Selama lebih dari 26 tahun, WFMH telah menjalankan program ini untuk mempromosikan kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran akan masalah terkait penyakit mental.
Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental, Apakah Biaya Konsultasi Psikolog Ditanggung Asuransi?
Demikianlah informasi terkait 10 Oktober hari apa. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?