- Newport minta maaf atas insiden tantangan hafalan Alquran berhadiah miras di The Sounds Project.
- Kru booth yang terlibat ditindak dan Newport akan memperketat pengawasan serta prosedur.
- Polisi turun tangan dengan memanggil pihak EO dan MC untuk klarifikasi serta mengecek kemungkinan unsur pidana
Suara.com - Newport menyampaikan permohonan maaf atas insiden tantangan membaca Alquran di booth minuman beralkohol tersebut di gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8).
Permintaan maaf disampaikan kepada umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia yang merasa tidak nyaman atas video yang kadung viral tersebut.
Direktur Newport Handoko Sasongko, dalam rilis yang diterima Suara.com, Selasa (11/8), menjelaskan kronologi seperti yang ada di dalam video. Ia meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan konsep promosi dari pihaknya.
"Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," Handoko.
Meski begitu, Handoko tetap menyesalkan kejadian tersebut. Ia menyadari kurangnya pengawasan di lokasi kejadian sehingga ada salah satu pengunjung yang mengambil mikrofon dari MC di booth.
"Sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," ujarnya.
Menyikapi hal ini, Handoko juga tengah melakukan evaluasi internal dan menindak tiap kru di booth yang terlibat sehingga menimbulkan kegaduhan seperti sekarang ini.
"Serta memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Newport, Handoko melanjutkan, dipastikan menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat.
Bagi Handoko, kejadian tersebut jadi peringatan keras agar dapat membuat standar operasional yang lebih ketat dan menjadikan nilai religi, adat istiadat, dan etika sebagai landasan.
Sementara itu, viralnya video tantangan baca Alquran dengan hadiah minuman keras (miras) ini telah jadi atensi polisi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto memastikan memanggil pihak Event Organizer (EO) dan pembawa acara di booth Newport untuk dimintai klarifikasi.
Selanjutnya, penyidik kata Budi juga akan melakukan gelar perkara untuk melihat apakah kejadian tersebut ada unsur pidana atau tidak.
Diberitakan sebelumnya, viral sebuah video berisi tantangan hafalan Alquran dengan hadiah minuman keras di booth Newport. Video ini memantik kecaman karena dianggap melecehkan kitab suci umat Islam.
Sebelum Newport, klarifikasi lebih dulu datang dari pembawa acara yang bertugas di booth miras tersebut. Ia menegaskan bahwa tantangan tersebut bukan datang dari Newport, melainkan seorang pengunjung.
Kendati begitu, sang MC minta maaf atas kelalaian karena tak segera mengambil mikrofon yang dipegang pengunjung itu.