Alas kaki tradisional yang dimainkan secara berkelompok, melatih koordinasi dan kerja sama tim dalam berjalan bersama.
7. Layang-Layang
Seni membuat dan menerbangkan layang-layang yang mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus.
8. Petak Umpet
Permainan sembunyi-sembunyian yang mengasah strategi dan ketangkasan anak.
9. Lompat Tali
Permainan yang melatih kebugaran dan koordinasi gerak, biasanya dimainkan oleh anak perempuan.
10. Bentengan
Permainan tim yang membutuhkan strategi untuk merebut benteng lawan.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, Ini Pentingnya Perkenalkan Sayur pada Anak
Manfaat Permainan Tradisional
Permainan-permainan ini tidak sekadar menghibur, tetapi memiliki berbagai manfaat:
- Mengembangkan kemampuan sosial
- Meningkatkan kreativitas
- Melatih koordinasi fisik
- Membangun kerja sama tim
- Mengurangi ketergantungan pada gawai
Tips Mengajak Anak Bermain Tradisional
- Mulai perkenalkan sejak dini
- Mainkan bersama-sama
- Jadikan momen berkualitas
- Berikan apresiasi saat anak tertarik
Permainan tradisional bukan sekadar warisan budaya, melainkan solusi cerdas untuk mengimbangi pengaruh negatif media digital. Orangtua dan pendidik dapat menggunakan permainan ini sebagai alternatif positif untuk mengisi waktu luang anak.
Dengan menggabungkan kesadaran digital dan pelestarian permainan tradisional, kita dapat menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang sehat dan bermakna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?