- Laila Munaf menekankan tantangan konsistensi hidup sehat sering karena target awal terlalu besar, bukan kurang pengetahuan.
- Stuart Spencer menyebut lebih dari 80 persen penyakit bersumber dari gaya hidup kurang baik, memerlukan insentif.
- AIA Vitality membantu nasabah membangun kebiasaan sehat melalui edukasi, tantangan, dan sistem poin sejak 2021.
Chief Marketing Officer AIA Indonesia, Kathryn Parapak, menjelaskan bahwa program tersebut juga terintegrasi dengan produk proteksi perusahaan sehingga memberikan manfaat kesehatan jangka panjang bagi para nasabah.
“AIA Vitality terintegrasi dengan produk proteksi AIA. Program ini membantu nasabah membangun kebiasaan sehat terproteksi yang pada akhirnya mengurangi risiko kesehatan jangka panjang,” jelas Kathryn.
Sejak diluncurkan pada 2021, program ini telah menunjukkan dampak yang cukup signifikan. Saat ini terdapat sekitar 10.000 anggota aktif dengan total langkah yang ditempuh setara lebih dari 30 juta kilometer.
Hasil pemeriksaan kesehatan para anggota juga menunjukkan berbagai perbaikan, mulai dari kadar kolesterol, kontrol gula darah, hingga tekanan darah.
Bagi Laila, dukungan dari ekosistem seperti AIA Vitality dapat membantu masyarakat menjaga konsistensi dalam menjalani perubahan gaya hidup. Dengan adanya edukasi, komunitas, serta sistem reward, kebiasaan sehat terasa lebih mudah dijalani.
“Masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesejahteraan, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental dan emosional. Program seperti AIA Vitality memberi akuntabilitas dan reward yang membuat kebiasaan sehat terasa lebih mudah dan menyenangkan,” ujar Laila.
Pada akhirnya, perjalanan menuju hidup sehat tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal yang kuat untuk membangun gaya hidup sehat yang bertahan lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai