- Dr. Meidianie Camellia dari RS Premier Bintaro menekankan bahwa penanganan stroke harus dilakukan segera saat gejala awal muncul.
- Pasien harus mendapatkan tindakan medis dalam golden period, terutama pada 4,5 jam pertama, untuk meminimalkan kerusakan otak permanen.
- Respon cepat sangat krusial bagi pasien guna meningkatkan peluang pemulihan fungsi otak serta mencegah risiko kecacatan jangka panjang.
Suara.com - Waktu menjadi faktor paling krusial dalam menangani stroke. Keterlambatan beberapa jam saja bisa menentukan apakah pasien pulih atau justru mengalami kerusakan otak permanen.
Spesialis Neurologi RS Premier Bintaro, dr. Meidianie Camellia, menegaskan bahwa ada yang disebut sebagai golden period atau waktu emas dalam penanganan stroke. Periode ini berada dalam 24 jam pertama sejak gejala muncul, dengan titik paling krusial pada 4,5 jam awal.
Menurutnya, penanganan di fase awal tersebut membuka peluang lebih besar bagi pasien untuk mendapatkan terapi optimal dan meminimalkan dampak jangka panjang.
“Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan maupun perdarahan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen, jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kerusakan permanen,” jelas dr. Meidianie Camellia.
Ia menekankan bahwa setiap menit sangat berharga karena sel otak dapat mati dengan cepat saat tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Inilah yang membuat respons cepat menjadi penentu utama dalam proses penyelamatan fungsi otak.
Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala awal stroke, seperti wajah menurun sebelah, kelemahan pada satu sisi tubuh, hingga gangguan bicara. Begitu gejala muncul, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi membaik dengan sendirinya.
Penanganan yang tepat dalam golden period, khususnya dalam 4,5 jam pertama, tidak hanya meningkatkan peluang sembuh, tetapi juga dapat mencegah kecacatan permanen yang berdampak pada kualitas hidup pasien di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat