Health / Men
Kamis, 23 April 2026 | 18:14 WIB
Spesialis Neurologi, dr. Meidianie Camellia. (dok. RS Premier Bintaro)
Baca 10 detik
  • Dr. Meidianie Camellia dari RS Premier Bintaro menekankan bahwa penanganan stroke harus dilakukan segera saat gejala awal muncul.
  • Pasien harus mendapatkan tindakan medis dalam golden period, terutama pada 4,5 jam pertama, untuk meminimalkan kerusakan otak permanen.
  • Respon cepat sangat krusial bagi pasien guna meningkatkan peluang pemulihan fungsi otak serta mencegah risiko kecacatan jangka panjang.

Suara.com - Waktu menjadi faktor paling krusial dalam menangani stroke. Keterlambatan beberapa jam saja bisa menentukan apakah pasien pulih atau justru mengalami kerusakan otak permanen.

Spesialis Neurologi RS Premier Bintaro, dr. Meidianie Camellia, menegaskan bahwa ada yang disebut sebagai golden period atau waktu emas dalam penanganan stroke. Periode ini berada dalam 24 jam pertama sejak gejala muncul, dengan titik paling krusial pada 4,5 jam awal.

Menurutnya, penanganan di fase awal tersebut membuka peluang lebih besar bagi pasien untuk mendapatkan terapi optimal dan meminimalkan dampak jangka panjang.

“Stroke terjadi akibat gangguan aliran darah ke otak, baik karena sumbatan maupun perdarahan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel otak kekurangan oksigen, jika tidak segera ditangani dapat mengakibatkan kerusakan permanen,” jelas dr. Meidianie Camellia.

Ia menekankan bahwa setiap menit sangat berharga karena sel otak dapat mati dengan cepat saat tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Inilah yang membuat respons cepat menjadi penentu utama dalam proses penyelamatan fungsi otak.

Karena itu, masyarakat perlu lebih waspada terhadap gejala awal stroke, seperti wajah menurun sebelah, kelemahan pada satu sisi tubuh, hingga gangguan bicara. Begitu gejala muncul, pasien harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa menunggu kondisi membaik dengan sendirinya.

Penanganan yang tepat dalam golden period, khususnya dalam 4,5 jam pertama, tidak hanya meningkatkan peluang sembuh, tetapi juga dapat mencegah kecacatan permanen yang berdampak pada kualitas hidup pasien di masa depan.

Load More