- Masyarakat Indonesia mengonsumsi 62–75 gram gula per hari, melampaui batas maksimal anjuran Kementerian Kesehatan yaitu 50 gram.
- Bakteri mengubah sisa gula menjadi asam dan plak lengket yang merusak enamel gigi serta memicu risiko lubang.
- Pakar menyarankan penggunaan enzim seperti Dextranase dan Lysozyme sebagai perlindungan biologis untuk mengurai plak secara lebih proaktif.
Menjelaskan pendekatan ini, dr. Liu Jitao, Head of Research & Development usmile Global, menyebut bahwa pembersihan gigi secara konvensional tidak selalu cukup dalam kondisi asupan gula yang tinggi.
“Di tengah tingginya asupan gula harian, pembersihan gigi secara mekanis konvensional sering kali tidak lagi memadai karena bakteri mengubah gula menjadi glukan yang sangat lengket. Riset kami berfokus pada pencegahan di tingkat biologis. Penggunaan enzim seperti Dextranase terbukti mampu mendegradasi glukan tersebut dan menurunkan daya lekat plak pada permukaan enamel. Bersama Lysozyme, formulasi ini membantu mencegah terbentuknya plak secara lebih proaktif,” jelasnya.
Dextranase bekerja dengan memecah rantai glukan yang membuat plak lengket, sehingga struktur plak menjadi lebih mudah terurai. Sementara Lysozyme berperan sebagai agen antibakteri alami yang membantu menekan pertumbuhan bakteri penyebab karies.
Pendekatan ini menargetkan proses pembentukan plak, bukan hanya membersihkan setelah plak terbentuk.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, konsumsi makanan dan minuman manis sering menjadi bagian dari rutinitas harian. Tanpa disadari, kebiasaan ini membuat gigi terus-menerus terpapar gula dalam frekuensi tinggi.
Sementara itu, kesadaran menjaga kesehatan gigi sering kali baru muncul ketika masalah sudah terjadi, seperti gigi berlubang atau nyeri.
Padahal, menurut para ahli, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan perawatan setelah kerusakan terjadi.
Pada akhirnya, kesehatan gigi bukan hanya soal estetika atau senyum yang rapi, tetapi juga bagian penting dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan pada gigi dan mulut dapat memengaruhi kualitas hidup, mulai dari rasa sakit, kesulitan makan, hingga gangguan kesehatan lanjutan jika tidak ditangani.
Dengan tingginya konsumsi gula harian di Indonesia, perlindungan gigi menjadi langkah penting yang perlu diperhatikan sejak dini.
Baca Juga: GIGI Akui Ada Perbedaan Pendapat dan Gesekan, Pastikan Thomas Ramdhan Batal Hengkang
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak