- Tulang selangka menghubungkan dada dan lengan, berfungsi vital untuk menopang pergerakan bebas pada bahu.
- Benturan keras pada bahu, seperti akibat kecelakaan bertenaga tinggi, sangat rentan mematahkan tulang ini.
- Penanganan cedera bervariasi, mulai dari penggunaan penyangga lengan hingga operasi bedah pemasangan plat logam.
Suara.com - Insiden mengerikan mewarnai jalannya balapan MotoGP Catalunya, Minggu (17/5). Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, menjadi korban utama dalam sebuah kecelakaan beruntun yang memicu efek domino di lintasan. Akibat insiden berkecepatan tinggi ini, Alex mengalami patah tulang selangka yang memaksanya naik meja operasi.
Bencana ini bermula pada lap ke-12 menuju tikungan 10. Motor spesifikasi pabrikan milik Pedro Acosta mengalami malfungsi mesin yang parah, membuatnya melambat drastis di area pengereman krusial. Jarak Alex Marquez yang terlalu dekat (berada di posisi slipstreaming) membuat waktu reaksi menjadi nol. Benturan pun tak terhindarkan.
Saking ekstremnya daya hancur dan G-Force dalam insiden ini, motor Alex terpelanting hingga salah satu bannya terlepas layaknya proyektil dan menghantam Fabio Di Giannantonio. Kekacauan ini memicu bendera merah (Red Flag).
Meski sadar saat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Catalunya, hasil pemeriksaan medis membawa kabar buruk. Gresini Racing mengonfirmasi Alex mengalami fraktur marginal C7 dan fraktur klavikula (tulang selangka) kanan yang harus segera distabilkan dengan plat logam melalui operasi.
Lantas, mengapa tulang selangka begitu rentan patah saat terjadi kecelakaan, dan apa sebenarnya fungsi vital tulang ini bagi tubuh?
Apa Itu Tulang Selangka (Fraktur Klavikula)?
Patah tulang selangka atau dalam istilah medis disebut fraktur klavikula adalah cedera yang sangat umum terjadi.
Secara anatomi dilansir dari Halodoc, tulang selangka adalah tulang berwujud memanjang dengan posisi melintang yang berada pada sisi kanan dan kiri dada atas, tepatnya di bawah leher. Tulang ini bukanlah sekadar pelengkap; ia bertindak sebagai "jembatan" utama yang menghubungkan tulang dada dengan lengan.
Fungsi paling krusial dari tulang selangka adalah menjadi penopang utama agar lengan dan bahu bisa bergerak bebas dengan rentang gerak yang luas.
Baca Juga: Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah
Jika tulang penyangga ini patah, fondasi pergerakan bahu runtuh, membuat penderitanya kesulitan bahkan hanya untuk sekadar mengangkat lengan.
Mengapa Sangat Rentan Patah?
Posisi tulang selangka yang berada tepat di bawah kulit tanpa banyak pelindung otot membuatnya sangat rentan terhadap benturan keras. Penyebab paling umum meliputi:
- Jatuh: Terutama jika mendarat dengan posisi bahu membentur tanah terlebih dahulu (seperti yang dialami banyak pembalap saat terpelanting ke aspal/gravel).
- Kecelakaan Lalu Lintas: Benturan keras pada bahu saat tabrakan kendaraan.
- Cedera Olahraga: Sering terjadi pada olahraga kontak fisik berintensitas tinggi seperti sepak bola, hoki, rugby, atau balap motor.
- Kondisi Lain: Trauma lahir pada bayi akibat persalinan yang sulit, hingga faktor osteoporosis pada usia lanjut yang membuat tulang rapuh.
Kenali Gejala Patah Tulang Selangka
Patah tulang jenis ini menyakitkan. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami benturan keras, waspadai tanda-tanda berikut:
- Bahu tampak melorot (turun ke bawah dan condong ke depan).
- Terdengar bunyi derak (gemeretak) saat mencoba menggerakkan bahu.
- Muncul tonjolan, memar, dan bengkak di sekitar bahu atau leher bawah.
- Rasa nyeri yang ekstrem sehingga tidak mampu mengangkat lengan.
- Terasa kebas, mati rasa, atau kesemutan pada area bahu hingga lengan.
Dari Penyangga Lengan hingga Meja Operasi
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak