Health / Men
Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB
Kecelakaan Alex Marquez saat MotoGP Catalunya yang menyebabkan cedera tulang selangka (Instagram)
Baca 10 detik
  • Tulang selangka menghubungkan dada dan lengan, berfungsi vital untuk menopang pergerakan bebas pada bahu.
  • Benturan keras pada bahu, seperti akibat kecelakaan bertenaga tinggi, sangat rentan mematahkan tulang ini.
  • Penanganan cedera bervariasi, mulai dari penggunaan penyangga lengan hingga operasi bedah pemasangan plat logam.

Suara.com - Insiden mengerikan mewarnai jalannya balapan MotoGP Catalunya, Minggu (17/5). Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, menjadi korban utama dalam sebuah kecelakaan beruntun yang memicu efek domino di lintasan. Akibat insiden berkecepatan tinggi ini, Alex mengalami patah tulang selangka yang memaksanya naik meja operasi.

Bencana ini bermula pada lap ke-12 menuju tikungan 10. Motor spesifikasi pabrikan milik Pedro Acosta mengalami malfungsi mesin yang parah, membuatnya melambat drastis di area pengereman krusial. Jarak Alex Marquez yang terlalu dekat (berada di posisi slipstreaming) membuat waktu reaksi menjadi nol. Benturan pun tak terhindarkan.

Saking ekstremnya daya hancur dan G-Force dalam insiden ini, motor Alex terpelanting hingga salah satu bannya terlepas layaknya proyektil dan menghantam Fabio Di Giannantonio. Kekacauan ini memicu bendera merah (Red Flag).

Meski sadar saat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Catalunya, hasil pemeriksaan medis membawa kabar buruk. Gresini Racing mengonfirmasi Alex mengalami fraktur marginal C7 dan fraktur klavikula (tulang selangka) kanan yang harus segera distabilkan dengan plat logam melalui operasi.

Lantas, mengapa tulang selangka begitu rentan patah saat terjadi kecelakaan, dan apa sebenarnya fungsi vital tulang ini bagi tubuh?

Apa Itu Tulang Selangka (Fraktur Klavikula)?

Patah tulang selangka atau dalam istilah medis disebut fraktur klavikula adalah cedera yang sangat umum terjadi.

Secara anatomi dilansir dari Halodoc, tulang selangka adalah tulang berwujud memanjang dengan posisi melintang yang berada pada sisi kanan dan kiri dada atas, tepatnya di bawah leher. Tulang ini bukanlah sekadar pelengkap; ia bertindak sebagai "jembatan" utama yang menghubungkan tulang dada dengan lengan.

Fungsi paling krusial dari tulang selangka adalah menjadi penopang utama agar lengan dan bahu bisa bergerak bebas dengan rentang gerak yang luas.

Baca Juga: Horor MotoGP Catalunya 2026: Patah Tulang Leher, Alex Marquez Jalani Operasi Pasca Kecelakaan Parah

Jika tulang penyangga ini patah, fondasi pergerakan bahu runtuh, membuat penderitanya kesulitan bahkan hanya untuk sekadar mengangkat lengan.

Mengapa Sangat Rentan Patah?

Posisi tulang selangka yang berada tepat di bawah kulit tanpa banyak pelindung otot membuatnya sangat rentan terhadap benturan keras. Penyebab paling umum meliputi:

  • Jatuh: Terutama jika mendarat dengan posisi bahu membentur tanah terlebih dahulu (seperti yang dialami banyak pembalap saat terpelanting ke aspal/gravel).
  • Kecelakaan Lalu Lintas: Benturan keras pada bahu saat tabrakan kendaraan.
  • Cedera Olahraga: Sering terjadi pada olahraga kontak fisik berintensitas tinggi seperti sepak bola, hoki, rugby, atau balap motor.
  • Kondisi Lain: Trauma lahir pada bayi akibat persalinan yang sulit, hingga faktor osteoporosis pada usia lanjut yang membuat tulang rapuh.

Kenali Gejala Patah Tulang Selangka

Ilustrasi Patah tulang selangka (Halodoc)

Patah tulang jenis ini menyakitkan. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami benturan keras, waspadai tanda-tanda berikut:

  • Bahu tampak melorot (turun ke bawah dan condong ke depan).
  • Terdengar bunyi derak (gemeretak) saat mencoba menggerakkan bahu.
  • Muncul tonjolan, memar, dan bengkak di sekitar bahu atau leher bawah.
  • Rasa nyeri yang ekstrem sehingga tidak mampu mengangkat lengan.
  • Terasa kebas, mati rasa, atau kesemutan pada area bahu hingga lengan.

Dari Penyangga Lengan hingga Meja Operasi

Load More