- Morula IVF Indonesia merayakan hari jadi ke-28 pada 25–26 Juli 2026 di Jakarta melalui acara edukasi dan konsultasi fertilitas.
- Presiden Direktur Ivan R. Sini menyatakan Morula berencana membuka klinik baru di BSD City pada September 2026 untuk memperluas akses layanan.
- Morula bekerja sama dengan Bank Mandiri menyediakan solusi pembiayaan seperti kredit dan cicilan tanpa bunga guna membantu finansial pasien.
Suara.com - Memiliki buah hati merupakan impian banyak pasangan. Namun, perjalanan menuju kehamilan tidak selalu mudah. Sebagian pasangan harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari usia reproduksi, keguguran berulang, gangguan kualitas sperma, hingga rendahnya cadangan ovarium.
Dalam perjalanan tersebut, teknologi reproduksi berbantu, termasuk program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF), menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan sesuai kondisi medis masing-masing pasien.
Selama 28 tahun, Morula IVF Indonesia telah menjadi bagian dari perjalanan ratusan ribu pasangan yang berjuang mewujudkan impian menjadi orang tua. Memasuki usia ke-28, Morula menegaskan komitmennya untuk terus membangun kepercayaan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan fertilitas berkualitas.
Komitmen tersebut dirayakan melalui acara bertema “28 Years of Delivering Hope” pada 25–26 Juli 2026 di Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan edukasi kesehatan reproduksi, konsultasi bersama dokter fertilitas, kisah inspiratif pasien, serta berbagai program apresiasi.
Presiden Direktur PT Morula Indonesia, Dr. dr. Ivan R. Sini, GDRM, MMIS, FRANZCOG, Sp.OG, mengatakan perjalanan selama hampir tiga dekade tidak terlepas dari upaya menjaga kualitas layanan sesuai standar nasional maupun global.
“Membangun kepercayaan itu tidak mudah. Selama 28 tahun kami memiliki komitmen penuh untuk membangun kepercayaan tinggi bagi masyarakat Indonesia. Kami memastikan apa yang kami lakukan melalui standar yang tidak hanya nasional, tetapi juga global,” ujar Ivan.
Seiring meningkatnya akses informasi, kesadaran pasangan muda terhadap kesehatan reproduksi dan program bayi tabung juga mulai berubah. Menurut Ivan, kini semakin banyak pasangan yang datang lebih awal untuk mencari informasi dan melakukan pemeriksaan. Bahkan, laki-laki juga semakin aktif terlibat dalam proses tersebut.
“Dulu banyak pasangan yang datang hanya perempuannya. Sekarang kadang-kadang justru laki-lakinya datang lebih dulu,” ungkapnya.
Ivan menekankan pentingnya edukasi mengenai usia perempuan karena menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang keberhasilan program fertilitas. Pada perempuan di bawah usia 35 tahun dengan cadangan ovarium yang masih baik, peluang keberhasilan umumnya lebih optimal.
Berdasarkan penjelasan Ivan, angka keberhasilan IVF secara global pada kelompok usia tersebut berada di kisaran 50–60 persen, sementara Morula mencatat rata-rata sekitar 60 persen.
Penggunaan teknologi pemeriksaan genetik embrio atau PGT-A juga dapat meningkatkan peluang kehamilan per transfer hingga sekitar 70 persen karena embrio telah diperiksa berdasarkan kondisi kromosomnya.
Namun, tingkat keberhasilan tetap dipengaruhi berbagai faktor sehingga setiap pasien membutuhkan pemeriksaan dan pendekatan medis yang personal.
Upaya memperluas akses layanan juga diwujudkan melalui rencana pembukaan Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di Biomedica Campus, BSD City, Tangerang, yang dijadwalkan beroperasi pada September 2026.
Fasilitas ini akan menghadirkan layanan terintegrasi mulai dari konsultasi, pemeriksaan diagnostik, program IVF, hingga laboratorium embriologi dengan teknologi terkini.
“Kami ingin menghadirkan ekosistem layanan yang lebih komprehensif, mulai dari konsultasi, diagnosis, hingga program IVF dengan pendekatan yang personal dan berbasis bukti ilmiah,” tutur Ivan.