- Psikolog Saskhya Aulia Prima menyatakan bahwa kebersamaan berkualitas tidak memerlukan waktu panjang dalam acara di Jakarta.
- Aktris Nikita Willy memanfaatkan waktu terbatas di rumah untuk sarapan bersama keluarga guna membangun kedekatan.
- Lemonilo mengadakan Family Happy Day 2026 untuk mengingatkan pentingnya kebahagiaan ibu dan kebersamaan keluarga.
Quality time juga tidak harus diwujudkan dalam bentuk liburan keluarga atau aktivitas yang membutuhkan persiapan besar.
Dalam keseharian, waktu beberapa menit yang digunakan untuk mendengarkan cerita anak, makan bersama atau bermain dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan.
Saskhya juga mengingatkan bahwa orang tua tidak harus selalu berada dalam kondisi emosi yang sempurna ketika bersama anak. Ada kalanya orang tua merasa lelah, kesal atau kewalahan.
“Sebetulnya yang lebih penting adalah apa yang dilakukan saat dan setelah marah,” ujarnya.
Ketika orang tua kehilangan kesabaran, kemampuan untuk menyadari emosi, meminta maaf dan memperbaiki hubungan dengan anak juga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan keluarga.
Dengan demikian, quality time bukan tentang menciptakan keluarga yang selalu terlihat bahagia, melainkan menyediakan ruang bagi anggota keluarga untuk saling hadir, berkomunikasi dan merasa terhubung.
Pesan inilah yang diangkat Lemonilo melalui Family Happy Day 2026. Sejak 2025, Lemonilo menetapkan 23 September sebagai Family Happy Day dengan pesan “Semua Ibu Berhak Bahagia” dan “Happy Mom, Happy Family”.
Co-CEO Lemonilo Shinta Nurfauzia mengatakan, momentum tersebut menjadi pengingat bagi keluarga Indonesia untuk meluangkan waktu menikmati kebersamaan.
“Quality time tidak selalu membutuhkan waktu panjang, tetapi dapat dimulai dari aktivitas sederhana yang dilakukan bersama secara penuh perhatian,” kata Shinta.
Family Happy Day 2026 diikuti sekitar 300 peserta dengan rangkaian kegiatan seperti Family Fun Walk, piknik bersama dan talkshow. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama di tengah rutinitas sehari-hari.
Pada akhirnya, quality time bukan soal seberapa lama orang tua dan anak berada bersama. Hal yang lebih penting adalah bagaimana waktu tersebut digunakan untuk benar-benar hadir, mendengarkan dan membangun hubungan satu sama lain.