Sering Kentut dan Bau Menyengat? Jangan Sepelekan, Kenali Penyebabnya di Sini!

Selasa, 29 September 2026 | 12:30 WIB
kenapa kentut bau (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Proses pencernaan manusia menghasilkan gas akibat udara yang tertelan serta pemecahan makanan oleh bakteri usus.
  • Penyebab kentut berlebihan meliputi kebiasaan menelan udara, konsumsi makanan berserat tinggi, intoleransi laktosa, serta sembelit.
  • Aroma kentut yang menyengat dipengaruhi oleh senyawa sulfur dari makanan tertentu dan fermentasi sisa makanan yang lama di usus.

Sembelit dapat membuat sisa makanan berada lebih lama di usus besar sehingga proses fermentasi berlangsung lebih lama dan menghasilkan lebih banyak gas.

Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasa kembung sekaligus lebih sering kentut.

5. Perubahan pola makan

Perubahan pola makan secara mendadak juga dapat memengaruhi produksi gas, terutama ketika seseorang tiba-tiba meningkatkan konsumsi serat atau jenis karbohidrat tertentu.

Karena respons setiap orang berbeda, makanan yang menyebabkan banyak gas pada seseorang belum tentu memberikan efek sama pada orang lain.

6. Gangguan pada sistem pencernaan

Kentut berlebihan terkadang berkaitan dengan kondisi seperti sindrom iritasi usus atau IBS, penyakit Celiac, GERD, gastroparesis, maupun gangguan bakteri di usus kecil.

Karena itu, keluhan yang menetap perlu diperhatikan terutama jika disertai gejala lain.

Kenapa Kentut Bisa Berbau?

Aroma kentut dapat berasal dari senyawa yang mengandung sulfur dalam gas yang dihasilkan di saluran pencernaan.

Makanan tertentu, termasuk sayuran dari kelompok cruciferous dan bahan pangan lain yang menghasilkan senyawa sulfur ketika dicerna, dapat membuat aromanya lebih kuat.

Sembelit juga dapat membuat aroma gas menjadi lebih menyengat karena sisa makanan berada lebih lama di usus dan mengalami fermentasi.

Intoleransi laktosa juga dapat menyebabkan produksi gas meningkat setelah mengonsumsi susu atau produk olahannya pada orang yang tidak dapat mencerna laktosa dengan baik.

Untuk mengurangi kentut, seseorang dapat mencoba makan lebih perlahan, mengurangi minuman berkarbonasi, membatasi makanan pemicu secara bertahap, serta memperhatikan hubungan antara makanan tertentu dan munculnya gejala. Membuat catatan makanan dan waktu munculnya keluhan juga dapat membantu menemukan pemicunya.

Jika kentut terjadi terus-menerus dan mengganggu aktivitas, berubah secara tiba-tiba, atau disertai nyeri perut, diare, sembelit, muntah, darah pada tinja, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com