- Pakar IPB Dr Tuti Suryati menyatakan bau amis freezer akibat bakteri pembusuk protein serta oksidasi lemak.
- Langkah awal pembersihan mencakup pengeluaran seluruh isi freezer serta pembersihan bagian yang terkena cairan daging secara menyeluruh.
- Pencegahan bau melibatkan penggunaan rempah antioksidan, penurunan pH daging, serta penyimpanan daging secara higienis.
Suara.com - Bau amis daging yang membekas di dalam freezer bisa membuat aroma makanan lain ikut terganggu. Kondisi ini dapat terjadi ketika daging disimpan dalam kemasan yang kurang rapat atau terdapat cairan daging yang keluar dan menempel di bagian dalam freezer.
Lantas, bagaimana cara menghilangkan bau amis daging yang membekas di freezer?
Pakar Teknologi Hasil Ternak IPB University, Dr Tuti Suryati, menjelaskan bahwa bau amis pada daging sebenarnya muncul akibat proses pembusukan protein dan lemak yang dipicu oleh aktivitas bakteri.
“Bakteri seperti Aeromonas, Enterococcus, Acinetobacter, Moraxella, Chromobacterium, hingga Pseudomonas dapat berkembang pada daging yang terkontaminasi,” kata Dr Tuti dikutp dari laman resmi IPB.
Kontaminasi tersebut dapat berasal dari sisa darah yang masih tertinggal, peralatan pemotongan yang kurang bersih, hingga tangan manusia saat proses penanganan daging.
Cara menghilangkan bau amis daging di freezer
Jika freezer sudah terlanjur berbau amis setelah digunakan menyimpan daging, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari sumber aromanya.
1. Keluarkan seluruh isi freezer
Keluarkan daging, makanan beku, wadah, dan bahan makanan lainnya dari freezer. Periksa kemasan daging untuk mengetahui apakah ada cairan yang bocor atau menempel pada bagian luar kemasan.
Jika ditemukan bahan makanan yang sudah rusak atau menjadi sumber bau, jangan memasukkannya kembali ke freezer.
2. Bersihkan bagian freezer yang terkena cairan daging
Cairan dari daging yang bocor dapat menempel pada rak, laci, dinding, atau bagian bawah freezer. Bersihkan area tersebut menggunakan kain atau spons yang sesuai dengan petunjuk perawatan kulkas dari produsennya.
Pastikan bagian yang terkena cairan daging tidak dilewatkan karena sisa cairan dapat membuat bau amis bertahan.
3. Perhatikan bagian yang sulit dijangkau
Selain rak dan laci, periksa sudut freezer, bagian bawah wadah penyimpanan, karet pintu, serta celah lain yang mungkin terkena cairan daging. Bersihkan secara menyeluruh, kemudian lap sampai kering.
4. Pastikan freezer dalam kondisi kering
Setelah dibersihkan, keringkan bagian dalam freezer sebelum makanan dimasukkan kembali. Hindari meninggalkan genangan air atau permukaan yang masih basah.
Hal ini relevan dengan penjelasan Dr Tuti mengenai pengaruh air bebas terhadap kualitas daging.
“Kehadiran air bebas pada daging dapat mempercepat proses hidrolisis lemak, lalu memicu oksidasi yang menghasilkan off-flavor atau bau tidak sedap,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut merujuk pada proses pada daging, bukan secara spesifik pada cara membersihkan freezer.
Mengapa bau amis daging bisa bertahan?
Menurut Dr Tuti, aroma tak sedap pada daging tidak hanya dipicu oleh bakteri, tetapi juga karena oksidasi lemak.
Proses tersebut terjadi ketika lemak mengalami hidrolisis dan dipercepat oleh enzim lipase, baik yang berasal dari daging itu sendiri maupun dari bakteri yang mengontaminasi daging.
Karena itu, sumber bau perlu ditangani, bukan hanya ditutupi dengan pengharum.
Bagaimana mencegah bau amis saat menyimpan daging?
Dr Tuti memberikan sejumlah tips untuk daging yang akan disimpan. Daging dapat dicuci dengan air mengalir dan dibilas dengan air matang, kemudian permukaannya dikeringkan menggunakan tisu bersih.
Setelah itu, daging disimpan dalam kulkas (refrigerator) hingga dingin sebelum dibekukan di freezer. Ketika akan digunakan, daging disarankan dilelehkan secara perlahan di kulkas selama 24 jam.
Untuk membantu mengurangi aroma amis sekaligus memperlambat oksidasi, Dr Tuti juga menyarankan penggunaan rempah-rempah kaya antioksidan.
Bumbu seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombai, merica, ketumbar, kayu manis, pala, cengkeh, hingga bunga lawang disebut dapat membantu menjaga kualitas aroma daging saat diolah.
Apakah jeruk nipis bisa menghilangkan bau amis?
Menurut Dr Tuti, bau amis bisa dicegah dengan menurunkan pH daging menggunakan bahan asam seperti jeruk nipis, lemon, atau cuka.
“Bau amis bisa dicegah dengan menurunkan pH daging menggunakan bahan asam seperti jeruk nipis, lemon, atau cuka. Kandungan asam sitrat dan askorbat pada jeruk nipis cukup efektif menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk,” jelasnya.
Meski demikian, jeruk nipis bukan solusi utama apabila kondisi daging sudah mulai rusak. Penggunaan bahan asam secara berlebihan juga dapat mengubah cita rasa asli daging.
Jadi, apabila yang menjadi masalah adalah bau amis yang sudah membekas di freezer, utamakan membersihkan sumber tumpahan dan bagian freezer yang terkena cairan daging. Sementara itu, tips dari Dr Tuti dapat diterapkan untuk membantu menjaga kualitas dan aroma daging sejak proses penanganan hingga penyimpanan.