Tangan Sering Kesemutan Saat Tidur, Kenali Perbedaan CTS dan Saraf Terjepit di Leher

Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:56 WIB
Ilustrasi (shutterstock)
BACA 10 DETIK
  • Dokter Puspasari menjelaskan bahwa kesemutan berulang pada tangan bisa disebabkan oleh Carpal Tunnel Syndrome atau radikulopati servikal.
  • Pemeriksaan EMG dan NCS membantu dokter mengevaluasi fungsi saraf serta aktivitas otot guna menentukan sumber gangguan secara akurat.
  • Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan penanganan terintegrasi melalui Neuroscience Center untuk berbagai macam keluhan gangguan saraf pasien.

Suara.com - Pernah terbangun di tengah malam karena tangan tiba-tiba terasa kesemutan, kebas, atau seperti ditusuk-tusuk? Keluhan ini cukup sering dianggap sepele karena biasanya muncul setelah tangan berada dalam posisi tertentu saat tidur. Setelah tangan digerakkan atau dikibaskan, rasa tidak nyaman pun perlahan menghilang.

Namun, jika kesemutan muncul berulang kali, semakin sering terjadi, bahkan sampai mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Kesemutan merupakan gejala yang bisa berkaitan dengan gangguan pada saraf. 

Dua kondisi yang dapat menimbulkan keluhan serupa adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) dan gangguan saraf yang berasal dari leher atau radikulopati servikal.

Meski sama-sama menyebabkan tangan terasa kebas atau kesemutan, sumber masalahnya berbeda. CTS terjadi akibat tekanan pada saraf di area pergelangan tangan, sedangkan radikulopati servikal berkaitan dengan saraf yang keluar dari tulang belakang di bagian leher.

Dokter Spesialis Neurologi dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS, menjelaskan bahwa pola kesemutan dapat menjadi salah satu petunjuk untuk mengenali CTS.

“Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur,” jelasnya.

Pada kondisi yang lebih berat, CTS tidak hanya menimbulkan kesemutan. Tangan juga dapat terasa lemah sehingga seseorang lebih mudah menjatuhkan barang atau kesulitan melakukan gerakan yang membutuhkan ketelitian. Menggoyangkan atau mengibaskan tangan terkadang membuat keluhan terasa lebih ringan.

Kesemutan Tidak Selalu Berasal dari Pergelangan

Kesemutan yang dirasakan pada tangan juga bisa berasal dari gangguan saraf di leher. Kondisi ini terjadi ketika saraf yang keluar dari tulang belakang bagian leher mengalami iritasi atau tekanan.

Gangguan tersebut dapat berkaitan dengan perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun masalah pada bantalan tulang atau diskus. Gejalanya pun dapat berbeda dengan CTS.

“Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan,” kata dr. Puspasari.

Menariknya, gangguan saraf dari leher tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Pada sebagian orang, keluhan yang lebih dominan justru berupa kebas, kesemutan, atau kelemahan pada tangan.

Karena itu, lokasi kesemutan saja belum tentu cukup untuk menentukan penyebabnya. Dokter perlu melihat pola keluhan sekaligus melakukan pemeriksaan saraf, termasuk menilai kekuatan otot dan refleks.

Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan EMG/NCS atau Electromyography/Nerve Conduction Study. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui bagaimana saraf menghantarkan sinyal serta melihat aktivitas listrik pada otot.

“NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf,” jelasnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com