- Dokter Puspasari menjelaskan bahwa kesemutan berulang pada tangan bisa disebabkan oleh Carpal Tunnel Syndrome atau radikulopati servikal.
- Pemeriksaan EMG dan NCS membantu dokter mengevaluasi fungsi saraf serta aktivitas otot guna menentukan sumber gangguan secara akurat.
- Bethsaida Hospital Gading Serpong menyediakan layanan penanganan terintegrasi melalui Neuroscience Center untuk berbagai macam keluhan gangguan saraf pasien.
Pemeriksaan tersebut juga dapat membantu membedakan apakah masalah lebih mengarah pada saraf di pergelangan tangan seperti CTS, saraf yang berasal dari leher, gangguan saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.
Mengapa Masih Perlu EMG Jika Sudah MRI?
Sebagian orang mungkin bertanya-tanya, jika sudah menjalani MRI, mengapa masih membutuhkan EMG/NCS?
Menurut dr. Puspasari, keduanya memiliki fungsi berbeda. MRI terutama memberikan gambaran mengenai struktur tubuh, sedangkan EMG/NCS membantu menilai fungsi saraf dan otot.
Karena itu, temuan pada MRI tidak selalu berarti menjadi penyebab utama keluhan yang dirasakan pasien. Hasil pemeriksaan tetap perlu disesuaikan dengan gejala dan pemeriksaan klinis.
“Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien,” ujarnya.
Kesemutan sesekali setelah tangan tertindih saat tidur umumnya dapat membaik setelah posisi tubuh diubah. Namun, pemeriksaan sebaiknya dipertimbangkan apabila kesemutan terus berulang, semakin sering, membuat seseorang terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri yang menjalar, kelemahan tangan, atau mulai mengganggu aktivitas.
Bethsaida Hospital Gading Serpong melalui Neuroscience Center menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan saraf, termasuk pemeriksaan EMG/NCS sesuai kebutuhan pasien.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan penanganan gangguan saraf membutuhkan penilaian yang menyeluruh.
“Gangguan saraf tidak selalu dapat dipahami hanya dari satu hasil pemeriksaan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan neurologi yang terintegrasi, karena setiap keluhan memiliki penyebab dan kebutuhan penanganan yang dapat berbeda pada setiap pasien,” tutupnya.