Satu dari Lima Diagnosis Kanker Tergolong Langka, Akses ke Dokter Spesialis Jadi Tantangan

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi kanker (pixabay)
BACA 10 DETIK
  • Tamarind Health meluncurkan Rare Cancer Centre di Singapura pada 30 September 2026 untuk mengatasi kesulitan diagnosis kanker langka.
  • Pusat layanan medis ini menghimpun dokter spesialis berpengalaman guna membantu pasien menemukan keahlian yang sesuai dengan jenis penyakitnya.
  • Fasilitas tersebut menyediakan jalur kontak khusus bagi pasien yang ingin berkonsultasi atau merujuk kasus kanker langka dan kompleks.

Suara.com - Kanker langka dapat menyulitkan pasien dalam memperoleh diagnosis yang akurat dan menemukan dokter dengan keahlian yang sesuai. Keterlambatan diagnosis serta terbatasnya akses terhadap dokter spesialis menjadi tantangan dalam menentukan penanganan yang tepat.

Riset dari Amerika Serikat memperkirakan sekitar satu dari lima diagnosis kanker tergolong sebagai kanker langka. Sejumlah penelitian lain juga menyoroti tantangan pasien dalam memperoleh diagnosis yang tepat serta mengakses keahlian spesialis dan pengobatan yang sesuai.

Menjawab kebutuhan tersebut, Tamarind Health meluncurkan Rare Cancer Centre di Singapura pada 30 September 2026, bertepatan dengan Hari Kanker Langka atau Rare Cancer Day.

Pusat layanan ini menghimpun dokter spesialis onkologi yang berpengalaman menangani berbagai jenis kanker langka dan kompleks. Layanan tersebut ditujukan untuk mempermudah pasien menemukan dokter dengan keahlian yang sesuai, termasuk pasien Indonesia yang mempertimbangkan perawatan kanker di Singapura.

Rare Cancer Centre mencakup berbagai jenis kanker, antara lain keganasan hematologi (haematologic malignancies) dan limfoma, sarkoma, kanker kulit langka, tumor neuroendokrin (neuroendocrine tumours/NET), serta kanker otak.

Melalui pusat layanan ini, pasien dan pendamping dapat memperoleh informasi mengenai kanker langka sekaligus mengakses informasi dokter spesialis yang berpengalaman. Pasien tidak perlu mencari dan menghubungi klinik satu per satu untuk menemukan spesialis yang sesuai.

Group CEO Tamarind Health, Lim Eng Seng, mengatakan Rare Cancer Centre dibentuk untuk mengintegrasikan keahlian dokter spesialis dari seluruh jaringan Tamarind Health dalam menjawab kebutuhan pasien.

“Rare Cancer Centre mencerminkan tujuan Tamarind Health didirikan, yaitu menghimpun keahlian spesialis dari seluruh jaringan kami untuk menjawab kebutuhan pasien. Kami memiliki pengalaman yang mendalam di berbagai jenis kanker langka. Rare Cancer Centre memperkuat keunggulan tersebut dengan memberikan pasien jalur yang lebih jelas menuju keahlian spesialis yang dapat membantu menyusun pengobatan yang dipersonalisasi, selama mereka menjalani perjalanan kanker yang bisa jadi kompleks,” kata Lim.

Keahlian Spesifik Berperan dalam Penanganan Kanker Langka
Penanganan kanker langka dapat membutuhkan pemeriksaan mendalam untuk memastikan subtipe tumor secara tepat dan menentukan terapi yang sesuai. Perbedaan hasil penilaian medis berpotensi memengaruhi keputusan penanganan hingga prognosis pasien.

Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Pathology pada Februari 2026 menemukan bahwa lima studi yang ditinjau melaporkan perbedaan signifikan antara diagnosis awal dan pendapat kedua (second opinion) dari dokter ahli pada lebih dari 20 persen kasus sarkoma yang diteliti.

Perbedaan diagnosis tersebut berdampak pada penanganan maupun prognosis pasien. Meski demikian, temuan tersebut berasal dari populasi dalam studi internasional tertentu dan tidak mencerminkan angka kesalahan diagnosis atau hasil klinis di Rare Cancer Centre.

Senior Consultant Medical Oncologist di OncoCare, Dr. Kevin Tay, mengatakan kanker langka termasuk kondisi yang menantang untuk didiagnosis dan ditangani. Pasien juga dapat menghadapi kecemasan dan merasa sendirian ketika berhadapan dengan penyakit yang relatif jarang ditemui.

“Dengan menyatukan para spesialis kanker langka, kami dapat memanfaatkan pengalaman kolektif serta jejaring multidisiplin yang luas untuk membantu menegakkan diagnosis dan merumuskan pendekatan terapi yang tepat. Dengan begitu, pasien menyadari bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” ujar Kevin.

Dokter yang saat ini tergabung dalam Rare Cancer Centre meliputi Dr. Akhil Chopra, Dr. Colin Phipps Diong, Dr. Foo Kian Fong, Dr. Angela Pang, Dr. Richard Quek, Dr. Tanujaa Rajasekaran, Dr. Kevin Tay, Dr. Wong Siew Wei, dan Dr. Valerie Yang.

Membantu Pasien Menemukan Dokter Spesialis
Bagi pasien Indonesia yang mempertimbangkan perawatan kanker di Singapura, pengalaman dokter dalam menangani jenis kanker tertentu menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih layanan medis.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com