Kenapa Gigi Tidak Menjadi Putih Meski Rutin Disikat? Ini Penjelasannya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB
Ilustrasi gigi putih. (dok. ist)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian Kesehatan menyatakan kopi dan teh dapat meninggalkan noda pigmen yang membuat permukaan gigi tampak kekuningan.
  • Penelitian Journal of Dentistry menunjukkan koreksi warna optik memanfaatkan cahaya untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan pada gigi secara visual.
  • Studi Journal of Young Pharmacists meneliti enzim papain dalam pasta gigi untuk membantu memecah protein guna mengangkat noda permukaan gigi.

Selain koreksi warna optik, sejumlah produk perawatan gigi menggunakan enzim untuk membantu membersihkan noda permukaan. Salah satunya adalah papain, enzim proteolitik yang berasal dari pepaya dan berfungsi memecah protein.

Pada permukaan gigi terdapat lapisan tipis protein tempat pigmen noda dapat melekat. Papain berpotensi membantu menguraikan komponen protein tersebut sehingga noda lebih mudah dibersihkan.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists meneliti formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain untuk membantu mengangkat noda pada permukaan gigi. Meski demikian, efektivitasnya tetap bergantung pada formulasi produk secara keseluruhan.

Prinsip tersebut menjadi salah satu pendekatan yang digunakan dalam pengembangan pasta gigi untuk perawatan tampilan warna gigi. Salah satunya, usmile Optical White, yang memadukan papain dengan Natural Purple Corrector untuk membantu membersihkan noda permukaan sekaligus mengurangi tampilan kekuningan melalui koreksi warna optik.

Menurut Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, kombinasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan konsumen terhadap perawatan noda dan tampilan warna gigi dalam rutinitas sehari-hari.

Gigi Putih Tetap Perlu Sehat

Keinginan memiliki gigi yang terlihat lebih putih sebaiknya tetap diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mulut. Warna gigi bukan satu-satunya indikator kebersihan maupun kesehatan gigi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut dapat dicegah melalui perawatan yang tepat dan penanganan sejak dini.

Untuk menjaga kesehatan gigi, masyarakat dianjurkan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi, membatasi konsumsi gula, serta memeriksakan gigi secara berkala.

Jika warna gigi berubah secara tiba-tiba, muncul bercak yang tidak biasa, atau disertai rasa nyeri, pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Pada akhirnya, memilih perawatan gigi bukan hanya soal mengejar warna putih, melainkan memahami penyebab perubahan warna dan menentukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pasta gigi dengan teknologi koreksi warna optik dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu memperbaiki tampilan gigi, tetapi tetap tidak menggantikan perawatan kesehatan gigi secara menyeluruh.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com