- Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia memerlukan kesiapsiagaan tinggi guna menghadapi berbagai ancaman bencana alam.
- Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito menyerahkan seratus unit tenda darurat kepada Kementerian Kesehatan.
- Bantuan tenda tersebut berfungsi memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di lapangan.
Suara.com - Bencana dapat terjadi kapan saja dan sering kali datang dengan kondisi yang sulit diprediksi. Ketika situasi darurat terjadi, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal evakuasi dan tempat berlindung, tetapi juga akses terhadap layanan kesehatan yang tetap bisa berjalan.
Dalam kondisi seperti itu, ketersediaan fasilitas pendukung menjadi salah satu bagian penting dari kesiapsiagaan. Ruang pelayanan kesehatan bisa saja terdampak, sementara jumlah masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru meningkat.
Untuk itu, fasilitas yang dapat digunakan secara fleksibel di lapangan dibutuhkan untuk membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sumarjaya, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal yang penting mengingat Indonesia memiliki risiko bencana yang cukup tinggi.
“Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana, sehingga kesiapsiagaan perlu terus diperkuat melalui berbagai upaya, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai,” ujar Sumarjaya.
Menurutnya, dalam situasi darurat, fasilitas seperti tenda pelayanan kesehatan dapat membantu memenuhi kebutuhan layanan di lapangan. Keberadaannya juga memungkinkan pelayanan tetap diberikan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan di tengah keterbatasan fasilitas.
Kesiapan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam dukungan Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito (YBB) kepada Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan.
Sebanyak 100 unit tenda pelayanan kesehatan disiapkan untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan dalam situasi darurat.
Bantuan tersebut terdiri dari 50 unit tenda berukuran 4 x 6 meter dan 50 unit berukuran 4 x 8 meter. Tenda dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk menjadi ruang layanan tambahan ketika fasilitas kesehatan yang tersedia tidak mencukupi.
“Kami mengapresiasi kontribusi Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito melalui penyerahan 100 unit tenda pelayanan kesehatan ini. Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan mendukung kesiapan pelayanan kesehatan dalam merespons situasi bencana,” kata Sumarjaya.
Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, menilai kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
“Kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Edi.
Ia berharap dukungan fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan hanya tentang seberapa cepat bantuan datang setelah bencana terjadi. Lebih dari itu, kesiapan juga berarti memastikan berbagai fasilitas pendukung telah tersedia sehingga layanan penting, termasuk kesehatan, tetap dapat diberikan ketika masyarakat berada dalam kondisi paling membutuhkan.
Dengan dukungan berbagai pihak, kapasitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses maupun fasilitas kesehatan.