Awas, Jangan Sepelekan! Ini 5 Ciri-Ciri ISPA pada Anak yang Sering Dikira Pilek Biasa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:15 WIB
ilustrasi anak sakit (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus atau bakteri menimbulkan gejala seperti pilek, batuk, demam, dan kelelahan pada anak.
  • Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda bahaya seperti kesulitan bernapas atau dehidrasi.
  • Penanganan ISPA di rumah meliputi istirahat yang cukup, pemenuhan cairan, peleggaan hidung tersumbat, serta penggunaan obat secara tepat.

ISPA dapat melibatkan berbagai bagian saluran pernapasan, seperti hidung, sinus, tenggorokan, amandel, dan laring. Pada sebagian besar infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan virus, gejala dapat membaik dalam satu hingga dua minggu, meskipun durasinya bergantung pada penyebab dan kondisi anak.

Apakah ISPA Berbahaya?

ISPA tidak selalu berbahaya karena banyak kasus ringan dapat pulih dengan perawatan di rumah.

Namun, infeksi tertentu dapat berkembang menjadi kondisi serius, terutama pada bayi, anak dengan daya tahan tubuh lemah, atau anak yang memiliki penyakit penyerta.

Orang tua perlu segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda bahaya, seperti napas cepat atau sulit, dada tampak tertarik ke dalam saat bernapas, bibir kebiruan, kejang, atau anak sulit dibangunkan.

Bayi berusia di bawah tiga bulan yang mengalami suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih juga perlu segera diperiksa dokter.

Anak yang tidak mau minum, menunjukkan tanda dehidrasi, atau mengalami gejala yang semakin memburuk juga memerlukan pemeriksaan medis. Jangan menunggu hingga keluhan menjadi berat untuk mencari pertolongan.

Cara Mengatasi ISPA pada Anak

Penanganan ISPA disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk membantu anak merasa lebih nyaman selama pemulihan, orang tua dapat melakukan beberapa langkah berikut.

1. Pastikan Anak Cukup Beristirahat

Berikan waktu istirahat yang cukup sesuai usia anak. Tidur membantu mendukung pemulihan tubuh, sedangkan aktivitas berat sebaiknya dikurangi selama anak masih merasa tidak sehat.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan

Tawarkan air putih, ASI, atau cairan lain yang sesuai dengan usia anak secara berkala. Cairan membantu mencegah dehidrasi dan menjaga tenggorokan tetap nyaman.

3. Bantu Legakan Hidung Tersumbat

Larutan saline atau air garam steril khusus hidung dapat membantu mengencerkan lendir. Pada bayi, lendir juga dapat dibersihkan secara lembut menggunakan alat penyedot hidung yang sesuai.

4. Gunakan Obat secara Tepat

Obat penurun demam atau pereda nyeri dapat diberikan sesuai usia, berat badan, petunjuk penggunaan, dan saran tenaga kesehatan.

Jangan memberikan antibiotik tanpa resep karena obat tersebut tidak bekerja untuk infeksi virus. Obat batuk, pilek, atau dekongestan juga tidak boleh diberikan sembarangan kepada anak, terutama yang masih kecil.

5. Jaga Kebersihan dan Udara Ruangan

Pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik, jauhkan anak dari asap rokok, dan biasakan mencuci tangan. Jika menggunakan pelembap udara, jaga kebersihannya agar tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com