Indotnesia.com, YOGYAKARTA - Kuliner Nusantara dikenal beragam karena cita rasanya yang berbeda-beda hampir di setiap daerah. Seperti olahan sate yang memiliki berbagai macam variasi, mulai dari sate ayam, sate kambing, sate padang, sate buntel, sate klatak hingga sate lilit khas Bali.
Jika sate ayam termasuk olahan sate yang paling mudah ditemukan, maka berbeda dengan sate klatak. Sajian kuliner tersebut populer dikenal sebagai salah satu kuliner unik di Yogyakarta.
Sate klatak pertama kali muncul di Pasar Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Berdasarkan sejarah, di dalam pasar tersebut terdapat sejumlah penjual sate klatak hingga kemudian berkembang di wilayah sekitarnya, terutama di Jalan Imogiri Timur.
Jika dirunut dari sejarah, sate klatak muncul sekitar tahun 1940-an. Hal tersebut tak lepas dari banyaknya warga yang memelihara kambing di kawasan Pleret.
Menjadi salah satu ikon kuliner Yogyakarta, popularitas sate klatak semakin meningkat. Terutama setelah masuk dalam adegan film Ada Apa dengan Cinta season 2. Maka, tak heran bila keberadaan penjual sate klatak makin berkembang.
Terdapat sekitar 20 warung sate klatak yang berjejer di daerah Jalan Imogiri Timur. Mulai dari warung sate Pak Pong, Pak Bari, Bu Jazim, Mak Adi, dan lain sebagainya. Di antara itu, sate klatak Pak Pong dan Pak Bari termasuk paling populer karena telah banyak diulas hingga masuk televisi.
Sejarah Nama Sate Klatak
Sate klatak adalah sate daging kambing muda yang diberi bumbu garam dan sedikit merica. Tak jarang, penyajiannya ditemani oleh kuah gulai. Meski bumbunya terkesan "minimalis", sajian kuliner satu ini tetap memiliki cita rasa khas yang membuat banyak orang ketagihan.
Untuk nama klatak pada sate ini, bermula dari ketidaksengajaan. Dijelaskan oleh Uus, Manajer Operasional Sate Klatak Pak Pong, nama klatak berasal dari suara garam yang melekat pada daging sate ketika dibakar.
"Jadi, sejak dulu kan sate ini hanya dibakar dengan bumbu garam. Jadi, begitu ada daging terus dikasih garam, begitu dibakar ada bunyi klatak.. klatak... klatak... begitu. Ga tau juga kalau bakal booming seperti ini," ungkapnya.
Cita rasa sate klatak pun tak lepas dari media pembakarannya. Menggunakan jeruji besi, pembakaran daging kambing meresap hingga ke dalam sampai menghasilkan daging empuk dan rasa gurih yang berbeda dari sate daging kambing biasa.
Harga sate klatak dibanderol sekitar Rp24.000 per satu porsi dengan dua tusuk sate dan belum termasuk nasi. Tentunya, porsi sate klatak ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan sate kambing biasa.
Meski nikmatnya sate klatak tiada tandingan, tetap kontrol porsi makan agar tidak berlebihan, ya. Hati-hati dengan kolestrol. Selamat mencoba!
Berita Terkait
-
Akar Restaurant di K Club Ubud Tawarkan Fine Dining Unik, Gabungkan Teknik Prancis dan Rempah Bali
-
#NgobroldiMeta: Kolaborasi AMSI dan Meta untuk Jurnalisme Berkualitas
-
Jean-Paul van Gastel Soroti Finishing PSIM Jelang Lawan PSM Makassar
-
Dicelup Saus Lumer, Alasan Ayam Goreng Krispi Ini Jadi Street Food Favorit
-
Mampir ke Warung Brodin Nganjuk: Menu Beragam, Rasa Tak Asal-asalan
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler