Indotnesia - Penelantaran 6 Anak Buah Kapal (ABK) MV Sky Fortune terjadi di Tobacco, Filipina. Keenam kru kapal itu merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang sudah tertahan selama 7 bulan.
Selama 7 bulan tertahan, para ABK itu juga tidak menerima gaji dan ditempatkan di kapal dengan kondisi tidak layak, kekurangan air bersih dan makan seadanya. Hal tersebut diungkap oleh akun Twitter @maimeichil lewat utas yang dibagikannya pada Rabu (3/8/2022).
Dari utas tersebut, dia mengaku sebagai anak dari salah satu kru kapal yang tertahan di MV Sky Fortune. Maimeichil menceritakan, ayah bersama 5 orang kru lain telah bergabung sejak 5 Januari 2022.
Namun, pada 19 Januari 2022 kapal tersebut mengalami kecelakaan. MV Sky Fortune menabrak terumbu karang dan mengakibatkan kebocoran hingga menyebabkan muatan beras yang dibawa terendam air.
Atas kejadian itu pihak perusahaan kapal menyalahkan para ABK Indonesia, meski awalnya mereka menjanjikan pemulangan para awak kapal dan pembayaran gaji namun mereka masih tertahan sampai sekarang.
“Setelah kejadian tersebut pihak perusahaan menyalahkan seluruh crew Indonesia karena kaptennya merupakan orang Indonesia. Awalnya perusahaan menjanjikan pemulangan dan pembayaran gaji setelah selesai bongkar muatan kargo beras yang tidak rusak namun sampai skrg mereka masih di kapal,” tulis Maimeichil.
Pihak keluarga dan para kru sudah melaporkan ke Kedutaan Besar RI (KBRI) Manila untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sampai sekarang pihak KBRI Manila belum memberikan kepastian.
“Kru di kapal serta kami para keluarga telah melapor ke pihak KBRI Manila untuk meminta bantuan kepulangan namun sampai sekarang belum mendapat tindakan, serta kami telah melapor ke ITF (International Transport Workers Federation) untuk membantu mendapatkan gaji,” imbuhnya.
Pasalnya, dalam rentan 7 bulan mereka belum menerima gaji sama sekali. Lalu, pada bulan Maret pihak KBRI juga sudah mendatangi lokasi para ABK.
Mengutip dari akun Twitter resmi @KBRI_Manila, pihak KBRI mengatakan sudah menangani kasus terkait pengakuan akun @maimeichil dalam utasnya dan sudah termonitor sejak beberapa bulan lalu. Mereka juga menyampaikan prihatin atas kejadian tersebut.
Namun, menurut pengakuan Maimeichil, kapal MV Sky Fortune yang berisi ABK WNI itu masih ditahan oleh pihak otoritas Filipina.
Diketahui, kapal tersebut berisi 17 orang yang berasal dari Filipina, Burma, dan China. Namun, perusahaan tidak peduli dengan keadaan para ABK yang berada di kapalnya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
RAM 16GB di Harga 4 Jutaan? Intip 5 Laptop Kejutan untuk Lebaran 2026 Ini!
-
Pelabuhan Merak Padat, 75 Ribu Pemudik Menyeberang ke Sumatera
-
Mudik Lebaran 2026, Skema One Way Nasional Diberlakukan di Tol Trans Jawa
-
Dugaan Operasi Mossad di Dalam Iran! Mata-mata Israel Ancam Seorang Komandan Militer
-
Diserang Rudal Iran? Kapal Induk USS Gerald Ford Kabur dari Medan Tempur, 200 Pelaut Jadi Korban
-
FSPI Apresiasi Langkah Cepat TNI Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Kritik Tradisi Stop Tadarus di Akhir Ramadan: Masjid Jadi Sepi Setelah Khatam Al-Qur'an
-
Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal