- Polda Metro Jaya memeriksa berbagai pihak terkait kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 4 Mei 2026.
- Insiden tabrakan kereta pada 27 April 2026 tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.
- Penyelidikan berfokus pada pengemudi taksi listrik yang kurang pengalaman karena hanya menjalani satu hari pelatihan singkat.
Suara.com - Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap sejumlah pihak terkait kecelakaan maut KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya mengurai rangkaian penyebab insiden yang menewaskan 16 orang tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan akan dilakukan terhadap pihak taksi Green SM, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
“Dilaksanakan di Polda Metro Jaya dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB," jelas Budi kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Selain itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan saksi tambahan dari internal perkeretaapian.
“Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari Daops 1 akan dilaksanakan di Kantor Daops 1 Manggarai pada pukul 10.00 WIB," jelas Budi.
Langkah ini dilakukan setelah polisi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan dan mengumpulkan sejumlah alat bukti, termasuk hasil olah tempat kejadian perkara, rekaman CCTV, serta keterangan saksi.
Sopir Baru, Pelatihan Minim
Dalam pengembangan kasus ini, polisi sebelumnya mengungkap fakta terkait sopir taksi listrik Green SM berinisial RRP yang diduga menjadi pemicu awal kecelakaan.
Baca Juga: Palang Darurat Sudah Dipasang, KAI Ancam Tutup Perlintasan Bekasi Timur Jika Tak Dijaga
Berdasarkan hasil pemeriksaan, RRP diketahui baru bekerja selama tiga hari sebelum insiden terjadi. Ia juga hanya menjalani pelatihan singkat selama satu hari.
Selain masa kerja yang singkat, pembekalan teknis yang diterima pengemudi juga dinilai minim.
“Jadi terkait tentang bagaimana mengendarai, cara menghidupkan kendaraan tersebut, ini baru pengenalan dasar itu dilakukan satu hari,” ungkap Budi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 24 saksi, termasuk dari internal PT KAI, seperti masinis KRL Commuter Line, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, hingga petugas sinyal dan pengendali perjalanan kereta.
Kecelakaan ini diketahui bermula saat taksi listrik berhenti di perlintasan sebidang dan tertabrak KRL. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya luka-luka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Pelajar Tewas Terlindas Bus Sekolah Usai Motor Tersangkut Kabel Menjuntai di Kebayoran Baru
-
BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian
-
Dukung Program Pendidikan, Kementerian Hukum Serahkan Lahan Tangerang untuk Sekolah Rakyat
-
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review
-
Rumah Mewah Bertingkat di Semarang Disita KPK, Nama Fadia Arafiq Terpampang di Plang
-
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus
-
BMPAN Soroti Dugaan Keterlibatan PDIP dalam Aksi Mahasiswa, Stabilitas Politik Pemerintahan Prabowo
-
Ritual Buka Aura Jadi Kedok! Penipu di Kalideres Gasak Emas Rp33 Juta dari Lansia 67 Tahun
-
Klaim Rupiah Menguat dan MBG Sudah Dievaluasi, BMPAN: Tuntutan Mahasiswa Sudah Direspons
-
Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...