Indotnesia - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Olimpiade Bahasa dan Aksara Digital pada Agustus 2022. Lomba ini diperuntukkan bagi pelajar SMA/SMK atau sederajat di wilayah DIY.
Dalam pengumuman di akun Instagram resmi @humasjogja dan @dinaskebudayaandiy, pendaftaran berlangsung pada 9 Juli -5 Agustus 2022.
Berikut syarat dan ketentuan pendaftaran Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa Digital:
- Peserta lomba adalah Pelajar SMA/SMK/Sederajat di Wilayah DIY. Jumlah peserta lomba setiap sekolah tidak dibatasi
- Peserta mendaftar secara kolektif melalui guru Bahasa Jawa di Sekolah masing-masing
- Peserta harus mengikuti setiap tahap pendaftaran yang ada
- Technical meeting diumumkan di hari sebelum pelaksanaan melalui MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Jawa
Peserta harus mengikuti berbagai tahapan, yakni pendaftaran hingga 15 Agustus 2022, kemudian tahap penyisihan pada 22 Agustus-26 Agustus 2022, dilanjutkan dengan final pada 1-2 September 2022, dan pengumuman pada 10 September 2022.
Olimpiade ini akan menguji kemampuan siswa dalam memahami dan menulis aksara Jawa serta pengetahuan umum dalam Bahasa Jawa. Mereka akan berkompetisi dalam menjawab soal pilihan ganda dan esai.
Baca Juga: Isu Perselingkuhan di Pernikahan Sule, Kenali 7 Alasan Kamu Sebaiknya Tidak Selingkuh
Soal-soal tersebut akan ditampilkan pada website yang telah dirancang khusus. Hal itu tersebut memastikan soal beraksara Jawa pasti terbaca di perangkat digital masing-masing.
Babak penyisihan terdiri dari 5 paket soal, dengan bentuk soal tertulis dan listening atau mirengaken. Peserta dinyatakan lolos jika mampu mengerjakan soal dengan jumlah benar minimal 6 nomor pada soal pilihan ganda, dan 1 nomor pada soal esai.
Adapun, jadwal babak penyisihan di lima kabupaten/kota di DIY adalah sebagai berikut:
- Kulon Progo: 22 Agustus 2022
- Sleman: 23 Agustus 2022
- Kota Yogyakarta: 24 Agustus 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim