Indotnesia - Hujan lebat mengguyur bagian tengah Korea Selatan, termasuk Seoul. Bahkan, air juga merendam distrik Gangnam yang dikenal sebagai tempat mewah dan modern di ibu kota.
Melansir dari The Washington Post, hujan membuat jalanan kota dipenuhi air pada Senin (8/8/2022) sehingga menyulitkan warga yang berjalan.
“Saya berada di dekat stasiun Gangnam tadi malam ketika curah hujan meningkat, dengan petir dan kilat menyambar setiap 30 detik,” kata Lee Dongha, seorang pekerja kantor, seperti dikutip dari The Guardian.
Potret mereka ramai ramai diunggah di media sosial hingga jadi trending topic di Twitter. Hingga Selasa (9/8/2022), sebanyak 165 ribu tweets membicarakan tentang banjir di Seoul.
Sementara, lebih dari 53 ribu kicauan membahas tentang Gangnam. Para warganet di Indonesia bahkan heran dengan peristiwa banjir di Gangnam.
“Gangnam rasa Kampung Melayu,” tulis seorang netizen @hel***** di Twitter.
Ia melihat situasi banjir di Gangnam seperti terjadi di Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Selain itu, sejumlah warganet juga menyampaikan doa agar tidak ada korban.
“Stay safe semuanya, semoga nggak ada korban jiwa,” tulis akun @_pu******
Laporan terbaru menyebutkan 7 orang tewas akibat curah hujan tertinggi yang mengubah jalanan menjadi seperti sungai. Air merendam kendaraan dan membanjiri stasiun kereta.
Baca Juga: Beredar Broadcast Kronologi Kasus Pemaksaan Jilbab, Ini Komentar LBH Muhammadiyah
Kantor Berita Yonhap melaporkan curah hujan di Seoul pada Senin malam tercatat 100 mm per jam. Pihak berwenang setempat mengatakan 7 orang itu tidak dapat ditemukan keberadaannya hingga Selasa pagi.
Media lokal menyebutkan, 3 orang, termasuk anak berusia 13 tahun, di distrik Gwanak di Seoul meninggal akibat apartemen semi-basement yang ia tinggali terendam banjir.
Korban lainnya adalah seorang pekerja sektor publik yang membereskan kabel listrik. Ada juga korban yang ditemukan tewas di puing-puing pemberhentian bus yang hancur.
Melansir The Guardian, Presiden Korsel Yoon Suk-yeol memerintahkan evakuasi penduduk dari daerah berisiko tinggi dan mendorong bisnis untuk menyesuaikan waktu perjalanan karyawan mereka.
"Tidak ada yang lebih berharga daripada hidup dan keselamatan," tulis Yoon di halaman Facebook-nya.
“Pemerintah akan menangani situasi hujan lebat secara menyeluruh,” imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan