Suara.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri secara serius dalam menyambut peluang Indonesia menjadi negara maju. Kesiapan tersebut, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kompetensi, tetapi juga kepemimpinan yang visioner dan adaptif.
Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Garuda Youth Camp 2026 di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta, Minggu (3/5/2026).
Dalam paparannya, Bima menekankan bahwa kepemimpinan merupakan kunci utama dalam menghadapi masa depan. Ia mengutip konsep kepemimpinan yang menekankan pentingnya arah dan keteladanan.
“Leaders are those who know the way, who show the way, and who lead the way,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemimpin tidak hanya dituntut memiliki visi yang jelas, tetapi juga mampu menunjukkan jalan serta memimpin langsung untuk mencapai tujuan tersebut. Karena itu, generasi muda didorong untuk mulai merancang arah hidupnya sejak dini.
Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya kemampuan membaca arah perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh kepekaan dalam melihat peluang di tengah perubahan global.
“Tolong jawab, 20 tahun lagi kalian mau ke mana dan menjadi apa,” tanya Bima kepada 558 peserta Garuda Youth Camp yang terdiri dari pelajar se-Jabodetabek.
Ia menambahkan bahwa berbagai proyeksi global menunjukkan Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam beberapa dekade ke depan. Namun, peluang tersebut sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
“20 tahun lagi Indonesia [diproyeksikan] akan menjadi negara maju satu dari lima ekonomi terbesar di dunia,” ucapnya.
Baca Juga: Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
Dalam konteks tersebut, Bima menekankan pentingnya pendidikan, semangat belajar, serta penguasaan keterampilan sebagai fondasi utama dalam memanfaatkan bonus demografi.
“Jangan pernah berhenti belajar di mana pun,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya disiplin dan konsistensi sebagai faktor pembeda. Menurutnya, kecerdasan saja tidak cukup tanpa diiringi ketekunan dalam menjalani proses.
“Yang akan menjadi pemenang adalah orang-orang yang paling konsisten dan disiplin,” katanya.
Bima juga mengingatkan bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari kemampuan beradaptasi dengan keberagaman. Pengalaman berinteraksi dengan berbagai latar belakang dinilai penting dalam membentuk karakter pemimpin yang matang.
“Tidak ada pemimpin hebat yang tidak terbiasa dengan perbedaan,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong generasi muda untuk aktif dalam organisasi sebagai ruang belajar, berjejaring, sekaligus mengasah kepemimpinan.
Menutup paparannya, Bima mengajak generasi muda untuk tidak sekadar menunggu masa depan, tetapi mempersiapkannya secara aktif mulai dari sekarang.
“Masa depan bukan ditunggu, bukan dinantikan, tetapi disiapkan,” pungkasnya.***
Berita Terkait
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Mendagri Tito Apresiasi Jajaran TNI, Jaga Inflasi dan Stabilitas Nasional
-
Mendagri Ajak Pemda di Tanah Papua Perkuat Kolaborasi Dukung Program Perumahan
-
Peringatan Hari Otonomi Daerah: Wamendagri Bima Dorong Tata Kelola Pemerintahan Efektif dan Efisien
-
Awali Kunjungan di Papua Barat Daya, Mendagri Tito Tinjau Kawasan Pusat Pemerintahan
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya