Indotnesia - Nama Gibran Rakabuming Raka menjadi trending topik Twitter pada Sabtu (13/8/2022) setelah aksinya melepas paksa masker Paspampres atau Pasukan Pengaman Presiden terekam dalam sebuah video dan menjadi viral di media sosial.
Peristiwa tersebut lantas menuai pro-kontra dari warganet, banyak yang menganggap sikap Gibran terlalu arogan namun, tak sedikit dari mereka mendukung aksi tersebut lantaran sikap anggota Paspampres dianggap kelewat batas.
“Tapi caranya melepas masker Paspampres menurut saya kurang sopan pak wali @gibran_tweet, marah boleh, tapi ingat mereka itu tentara loh, harus tetap di jawa wibawanya,” tulis akun @rudisarupa.
“Tapi gebukin sopir truk menurut saya tidak sopan dek @rudisarupa , marah boleh, tapi ingat mereka itu rakyat loh, harus tetap dijaga wibawanya. karena tentara makan gaji dari uang rakyat,” tulis akun @detektive88.
“Tapi caranya paspampres memukul supir dan mengambil SIM tidak sopan pak @rudisarupa , marah boleh, tapi ingat mereka itu rakyat loh, harus tetap dijaga wibawanya,” tulis akun @yanabstar.
“Harusnya mas Gibran membuka secara perlahan masker anggota tersebut.. mereka saling berhadapan, lalu mas gibran mulai melepas kait masker dari lingkar telinga, dan mempersilahkan anggota tsb dengan tersenyum untuk meminta maaf, sembari diberi sedikit wejangan,” tulis akun @andraonseven.
Menanggapi pro-kontra di masyarakat terhadap video viral tersebut, lewat akun Twitter pribadinya @gibran_tweet, orang nomor satu di Solo itu mengaku melakukan hal tersebut lantaran Paspampres telah memukul warganya.
“Dia sudah memukuli warga saya,” tulisnya pada Jumat (12/8/2022).
Bukan tanpa sebab, aksi Wali Kota Solo itu dilatarbelakangi karena kesal dengan perilaku salah satu anggota Paspampres yang menabrak truk hingga melakukan pemukulan terhadap warga di Solo.
Baca Juga: Beredar Video Wanita Kepergok Hendak Mencuri Tas Sopir Trans Jogja
Diketahui, Paspampres bernama Hari Misbah memukuli sopir dan kernet truk yang diserempetnya di Solo pada Selasa (9/8/2022).
Kejadian tersebut bermula saat rombongan Paspampres melanggar lampu merah dari arah samping dan menyerempet truk yang dikendarai oleh warga Solo tersebut.
Berdasarkan cuitan warganet di Twitter lewat akun @txtdrberseragam, ia mengaku sebagai anak sang sopir dan menceritakan detail peristiwa kecelakaan hingga adanya aksi pemukulan.
"Pas ayah saya turun, ada tiga orang dengan seragam dinasnya dari mobil tersebut yang turun lalu langsung memukul ayah saya tanpa bilang apa-apa,” tulisnya.
Mengetahui adanya warga Solo yang dipukuli oleh Paspampres, Gibran bersikap tegas dan menyikapinya dengan langsung memanggil Paspampres yang dimaksud, korban, sopir rental dan pimpinannya ke ruang Wali Kota.
Tag
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar