Indotnesia - Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia masuk peringkat ketiga sebagai negara dengan kasus kusta terbanyak hingga 2020 lalu.
Sementara data Kementerian Kesehatan RI per 24 Januari 2022 mencatat ada sebanyak 13.487 kasus kusta aktif dengan penemuan baru sebanyak 7.146 kasus.
Memiliki gejala yang tampak seperti panu, ternyata penyakit kusta tidak bisa disepelekan begitu saja karena dapat menular.
Maka dari itu, kenali gejala dan jenis-jenis kusta yang bisa terjadi pada manusia agar tidak lantas menjadi bahaya bagi orang lain.
Mengenal Penyakit Kusta
Kusta merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang dapat menular. Meski tergolong menular, penyakit ini tidak mematikan dan penderitanya dapat dinyatakan sembuh jika menjalani pengobatan yang tepat.
Penyakit ini juga dikenal sebagai lepra, yaitu penyakit yang dapat menyerang kulit, mata, jaringan saraf perifer, dan selaput yang melapisi di dalam hidung.
Seseorang dapat terkena penyakit kusta ketika terpapar kuman dan bakteri penyebabnya, salah satunya bisa dipicu dari adanya kontak erat dengan pengidap kusta lain. Selain itu, kusta juga dapat ditularkan lewat inhalasi atau menghirup udara.
Dilansir dari Suara.com, proses penularan kusta hingga timbul gejala membutuhkan waktu 2-5 tahun. Sedangkan kontak erat minimal berada dalam ruangan yang sama selama tiga bulan berturut-turut atau minimal 20 jam per minggu.
Baca Juga: Ramai Kasus Penembakan Kucing-kucing di Sesko TNI Bandung, Alasannya Terungkap
Oleh karena itu, jika baru satu kali bertemu dan tidak berkontak erat dengan penderita maka belum tentu akan tertular.
Di Indonesia, penyakit kusta kerap dipandang negatif serta diasosiasikan dengan penyakit kutukan atau hasil guna-guna.
Setidaknya ada 10 provinsi di Indonesia yang belum bebas kusta. Sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
Gejala Kusta
Ada beberapa gejala utama yang menunjukkan jika seseorang terinfeksi kusta yaitu adanya bercak perubahan warna kulit menjadi putih dan lesi kulit berbentuk benjolan yang tidak hilang serta umumnya merasa kebas dan adanya kelemahan otot.
Sedangkan secara lebih rinci, untuk kasus kusta kering atau pausibasiler ditandai dengan kelenjar keringat yang tidak berfungsi dengan baik sehingga membuat kulit menjadi bersisik.
Sementara kusta basah ditandai dengan adanya gejala bercak merah pada permukaan kulit yang basah dan mengkilap.
Dibandingkan kusta kering, jenis kusta basah justru lebih mudah menular karena jumlah bakterinya yang sangat banyak.
Untuk mencegah penularan, dapat dilakukan dengan memperbanyak edukasi mengenai kusta di daerah endemik dan segera temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat jika sudah terpapar kusta.
Tag
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
Terkini
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
KAI Commuter Siaga Aksi Demo Jakarta
-
Korban Hilang Longsor Jalur Perbatasan Tibet - Nepal Melonjak Hingga 558 Orang
-
Mengenal Rumus Volume dan Luas Permukaan Prisma: Panduan Lengkap Sifat, Jenis, dan Contoh Soal
-
Disrupsi AI di Industri Kreatif: Ketika Keterampilan Teknis Saja Tak Lagi Cukup
-
5 Rekomendasi HP dengan Layar Lebar dan UI Sederhana untuk Orang Tua
-
Kabut Asap: Kasus ISPA Riau Tembus 1.960, Pekanbaru dan Pelalawan Tertinggi
-
Meski Tak Mati Terbakar, Satwa Liar Tetap Terancam Karhutla
-
Spanduk Jangan Ganggu Mandat 5 Tahun Presiden Prabowo Terbentang di JPO Senayan
-
Maki-maki Netizen Malaysia kepada Presiden Prabowo Gegara Karhutla, Disuruh Ganti Nama