Indotnesia - Angka orang meninggal sendirian atau godoksa di Korea Selatan terpantau terus meningkat. "Godoksa" merupakan istilah di Korsel untuk seseorang yang meninggal sendirian di rumah tanpa ditemani anggota keluarga atau saudara. Biasanya, mereka ditemukan beberapa hari kemudian setelah meninggal.
Melansir The Korea Times, Rabu (14/12/2022), data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, angka orang yang meninggal sendirian telah naik selama lima tahun terakhir.
Pada 2021, tercatat ada 3.378 orang meninggal sendirian di Kpore. Sementara pada 2017, angkanya tercatat 2.412 kematian. Kementerian juga menyebutkan pria lebih banyak empat kali dibandingkan perempuan yang meninggal sendirian.
Secara usia, kematian didominasi oleh lansia berusia 50-an tahun dan 60-an tahun. Sementara, mereka yang berusia 20 tahun hingga 30 tahun ke atas sebanyak 7% dari jumlah keseluruhan.
Penelitian menyimpulkan kebanyakan kematian anak muda disebabkan oleh bunuh diri dibandingkan karena sebab sakit. Menurut Kim Mi-ae dari Ewha Institute for Age Integration Research, fenomena orang meninggal sendirian menjadi hal yang merendahkan martabat manusia.
Pasalnya, mereka biasanya ditemukan dalam keadaan membusuk karena diabaikan dalam waktu yang lama.
"Ini akan menjadi masalah sosial yang lebih serius sehingga butuh kewaspadaan dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya,
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel Cho Kyu-hong bersedia melakukan penelitian terkait fenomena tersebut. Dengan begitu, pemerintah dapat mengambil tindakan atas masalah orang yang meninggal sendirian.
Dia mencontohkan Inggris dan Jepang yang meluncurkan organisasi khusus yang bertanggung jawab atas orang yang meninggal sendirian.
Baca Juga: Mengenal Al Hilm, Bola Khusus Final Piala Dunia 2022
"Kementerian juga akan melakukan upaya terbaik dalam menyiapkan rencana induk untuk mencegah kematian tersebut dengan institusi relevan pada kuartal pertama 2023," ujar Cho.
Melansir Korea JoongAng Daily, Pemerintah Metropolitan Seoul akan memperluas distribusi perangkat khusus yang akan mengirimkan peringatan kepada petugas apabila tidak ada penggunaan listrik atau pencahayaan pada sebuah rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kompetisi Orang Paling Menderita
-
Kasus Suap Mahasiswa UBK, BEM UMY: Tak Bisa Selesai Hanya dengan Maaf
-
Bye-bye Teknologi Start! MotoGP Larang Holeshot Device di GP Belanda Demi Keselamatan Pembalap
-
Bukan Ronaldo! 'Thor' dari Skotlandia Otak di Balik Kemenangan Telak Portugal
-
Membaca Tembang Talijiwo: Seni Menertawakan Kekacauan Hidup
-
Sempat Disorot, FIFA Pastikan Donald Trump Akan Serahkan Trofi Piala Dunia 2026
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer