/
Minggu, 07 Mei 2023 | 11:12 WIB
Penobatan Raja Charles III berlangsung di Westminster Abbey, London, Inggris, Sabtu (6/5/2023). (YouTube/BBC News)

Indotnesia - Dalam prosesi penobatan Raja Charles III pada Sabtu (6/5/2023), ia dimahkotai mahkota berwarna ungu berhiaskan batu permata yang penuh dengan sejarah. 

Sebagai salah satu pusaka kerajaan, Mahkota St Edward itu dikenakan oleh Raja Charles kurang dari satu jam dalam upacara penobatannya. Kemudian, mahkota emas itu disimpan kembali untuk penobatan raja berikutnya.

Melansir BBC, berikut 4 fakta unik dari mahkota emas dengan beludru ungu dan hiasan batu permata itu:

Sejarah Singkat

Mahkota bersejarah itu pertama kali dibuat untuk Raja Charles II pada 1661. Namanya diambil dari Raja sekaligus Santo Edward, era Inggris Kuno Anglo-Saxon yakni Edward Sang Pengaku.

Mahkota St. Edward dianggap sebagai benda peninggalan suci sehingga digunakan dalam penobatan pemimpin kerajaan selama ratusan tahun. Mahkota itu pernah dilebur pada tahun 1600-an setelah eksekusi Raja Charles I oleh Oliver Cromwell.

Setelah kematian Cromwell dan kerajaan kembali, Raja Charles II menugaskan pembuatan mahkota baru termasuk Mahkota St. Edward.

Emas 22 Karat

Mahkota ini terbuat dari emas padat 22 karat. Memiliki tinggi lebih dari 30 cm dengan berat sekitar 2,23 kg atau hampir sama dengan satu buah melon besar. Usia mahkota ini telah mencapai 300 tahun.

Baca Juga: Lirik Lagu Unforgiven, Karya Terbaru Le Sserafim yang Jadi Trending Youtube

Mahkota St Edward terakhir kali dikenakan oleh Ratu Elizabeth II pada penobatannya di tahun 1953. Sejak itu, mahkota tersebut disimpan di Tower of London. 

Dalam sebuah film dokumenter pada 2018, Ratu Elizabeth II dipertemukan kembali dengan mahkota itu. Sang ratu teringat betapa beratnya mahkota tersebut.

“Apakah masih berat ya? Beratnya satu ton?” kelakarnya.

Hiasan Batu Permata

Mahkota St Edward tidak hanya terdiri dari emas, tapi juga bertakhtakan 444 berlian dan batu permata, termasuk safir, rubi, batu kecubung, dan topas. Sebagian warna dari batu permata itu adalah biru muda dan aquamarine atau hijau kebiruan.

Batu permata tersebut dulunya bisa dilepas dan dipasang ketika acara penobatan. Tapi pada abad ke-20, batu permata itu dipasang di mahkota secara permanen.

Load More