Indotnesia - Anak-anak dari Pangeran Harry dan istrinya, Meghan, akan bergelar pangeran dan putri. Secara terbuka, pasangan tersebut menggunakan gelar putri untuk anak kedua mereka Lilibet pada momen pembaptisan di Los Angeles, Amerika Serikat, pekan lalu.
"Saya dapat memastikan Putri Lilibet Diana dibaptis pada Jumat, 3 Maret oleh Uskup Agung Los Angeles John Taylor," ujar juru bicara Pangeran Harry dan Meghan pada Rabu (8/3/2023).
Melansir Sky News, Kamis (9/3/2023), ini pertama kalinya Lilibet diperkenalkan kepada publik dengan gelar putri. Sebenarnya secara teknis, Harry dan Meghan juga bergelar pangeran dan putri ketika Raja Charles naik takhta.
Namun, gelar mereka tetap The Duke of Sussex dan The Duchess of Sussex di situs resmi Istana Buckingham selama enam bulan terakhir.
Sejauh ini, pihak istana telah mengkonfirmasi daftar suksesi yang akan diperbarui menyusul penyebutan Lilibet sebagai putri.
Aturan pemberian gelar yang telah ditetapkan Raja George V pada 1917 menyebutkan anak dan cucu dari raja atau ratu otomatis bergelar pangeran dan putri.
Ketika Archie lahir, dia adalah cicit dari penguasa kala itu Ratu Elizabeth II, sehingga dia tidak diberi gelar. Namun, ketika Ratu wafat dan putranya menjadi Raja, itu mengindikasikan Archie dan Lilibet berhak menjadi pangeran dan putri.
Lalu, bisakah Raja Charles menghapus gelar kerajaan untuk Archie dan Lilibet?
Sebelumnya pada 2021, muncul laporan yang menyebutkan Charles yang ketika menjadi raja maka akan mencegah Archie menjadi pangeran. Langkah tersebut merupakan upaya untuk membatasi jumlah bangsawan utama di Kerajaan Inggris.
Baca Juga: Ramai soal "Stroke Kuping", Apakah Stroke dan Kehilangan Pendengaran Saling Berhubungan?
Untuk menghapus gelar pangeran dan putri, Raja Charles harus mengeluarkan Letters Patent yang bakal mengubah hak Archie untuk menjadi seorang pangeran dan hak Lilibet untuk menjadi putri.
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Oprah Winfrey pada 2021, Meghan menyampaikan keluhan tentang Archie yang tidak otomatis memperoleh gelar pangeran.
"Mereka nggak mau dia jadi pangeran atau putri, nggak peduli apapun gendernya, yang tentu akan berdampak berbeda dari protokol, dan dia nggak bakal menerima pengamanan," ujarnya.
Melansir Straits Times, masalah gelar pangeran dan putri anak-anak Harry menjadi perhatian publik setelah hubungan dengan ayahnya mencapai titik terendah setelah ia merilis buku memoarnya awal tahun ini.
Dalam memoar itu, Harry mengeluarkan berbagai tuduhan terhadap keluarga kerajaan. Sejauh ini juga belum diketahui apakah Harry akan menghadiri upacara naik takhtanya sang ayah menjadi Raja Inggris.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Jadwal Final Four Proliga 2026 seri Surabaya, Pertemuan 4 Tim Terbaik
-
Mendagri Terbitkan SE, Atur Ketentuan Transformasi Budaya Kerja bagi ASN Pemda
-
5 Vitamin Terbaik untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga
-
Badai PHK Setelah Lebaran: Saat Mesin Pabrik Berhenti dan Amarah Buruh Sukabumi Memuncak
-
Tak Semua ASN Bisa WFH, Ini Daftar Sektor Pelayanan Publik yang Tetap Wajib Masuk Kantor
-
John Herdman: Saya Perlu Mundur Sejenak
-
Update Kasus TPKS Gedung DPP Bapera: Konfrontir Saksi Berujung Ricuh, Polisi Amankan Pelaku
-
Timnas Futsal Indonesia Bersiap ke Spanyol dan Brasil
-
Lebih dari Sekadar Nilai Akademik: Mengapa Empati Adalah Kunci Masa Depan Anak?