Salah seorang pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali secara mengejutkan mengatakan jika transformasi sepak bola yang diinginkan oleh masyarakat nantinya akan bertepuk sebelah tangan.
Hal tersebut tak lepas dari adanya tim sukses Erick Thohir yang menjadi salah satu Calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 masih dikomandoi oleh orang-orang lama yang ada dalam tubuh PSSI.
Adapun orang-orang lama yang dimaksud adalah Iwan Budianto, Yunus Nusi, Juni Rachman, dan Ferry Paulus. Melihat hal itu, Akmal Marhali pesimis transformasi sepak bola Indonesia akan terealisasi meski telah ada nama Zainuddin Amali dan Jhon Wempi Witepo.
"Keinginan Presiden @jokowi untuk transformasi sepakbola nasional tampaknya akan bertepuk sebelah tangan. Sulit untuk melakukan perubahan meski sudah pakai uang negara. Kenapa? Orangnya masih itu-itu saja. Hanya ganti chasing. Suram. Meskipun dua Menteri sudah diturunkan: @erickthohir dan Zainuddin Amali. Bahkan ditambah Jhon Wempi Witepo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri," tulis Akmal Marhali di akun Instagram pribadinya (29/01.2023).
Dengan tegas Akmal Marhali berharap agar sepak bola tidak dijadikan sebagai kendaraan politik, sebagaimana yang telah terjadi pada era Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi.
"Jangan sampai sepakbola kembali dikorbankan untuk bantu loncatan politik saja. Ini bahaya!" ucap Akmal Marhali.
Lebih lanjut ia menghimbau agar uang negara hanya digunakan secara sia-sia hanya untuk kepentingan tertentu. Bagi Akmal Marhali, tak akan ada perubahan jika pihak PSSI tidak berani memotong satu generasi.
"Tak akan ada perubahan selama tak berani potong satu generasi pengurusnya. Hanya jadi bancakan. Selamat datang masa suram sepakbola Indonesia. Menangislah para suporter sepakbola nasional. Semoga masih ada hati nurani di saat KLB pada 16 Februari 2023!" Imbuhnya.
Pernyataan Akmal Marhali tersebut lantas mendapat respon dari kalangan penggemar sepak bola tanah air dan para netizen Indonesia. Banyak dari mereka yang sepakat dengan statemennya.
Baca Juga: Chelsea Resmi Rekrut Malo Gusto dari Olympique Lyon
"Jadi inget kata Gus Dur, tikusnya sudah menguasai lumbung," ungkap salah seorang netizen.
"Mrk jadi tim sukses cari selamat krn yakin ET bakal menang. Kompensasinya ga jadi pengurus gapapa asal borok mrk ga diungkap. Gitu sih klo mnrt gua," sambung netizen yang lain.
"Lahh, itu iwan Budianto, Yunus Nusi, Juni Rahman, gak punya malu ma nurani apa ya, udah lama jadi exco tapi gak ada prestasinya malah tetep kekeh pengen di PSSI..." kata netizen satunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gencatan Senjata Perang AS-Iran, Donald Trump Mendadak Tunda Serangan 5 Hari
-
Stop! Jangan Lakukan 3 Kesalahan Fatal Ini Saat Ziarah Kubur Menurut Ajaran Islam
-
Ramalan Shio Hari Ini 24 Maret 2026: Babi hingga Ayam Dihujani Keberuntungan
-
Puasa 6 Hari Setelah Ramadan Bikin Amalan Anda Setara Puasa Setahun Penuh, Ini Caranya!
-
8 Makanan yang Menurunkan Kolesterol dengan Mudah usai Lebaran
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa