/
Senin, 30 Januari 2023 | 09:50 WIB
Latihan tim Arema FC jelang Piala Presiden 2022. ([Foto: Beritajatim])

Arema FC dalam titik 'melambaikan tangan' setelah dihantam berbagai problem dari seluruh penjuru mata angin di pentas BRI Liga 1 2022/2023.

Tak tanggung-tanggung, manajemen Arema FC bahkan mempertimbangkan pembubaran tim Singo Edan jika memang dianggap tidak kondusif.

Seperti diketahui, kondisi Arema FC mendapat banyak penolakan di sejumlah wilayah karena dianggap tak memiliki keseriusan dalam mengusut tuntas tragedi Stadion Kanjuruhan.

Bahkan skuad asuhan Javier Rocha itu ditolak berkandang di beberapa tempat seperti Bantul, Kota Semarang, hingga Kabupaten Boyolalu.

"Upaya yang di tempuh dan dihadapi klub Arema FC pasca musibah Kanjuruhan sudah dilakukan, mulai membuka crisis center, menghadapi gugatan hukum, menjalani kompetisi meskipun dengan berbagai sanksi dan denda, memberikan layanan trauma healing, serta menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan," kata Komisaris Arema, Tatang Dwi Arfianto dalam rilis resmi yang dilansir, Senin (30/1/2023).

"Kami sangat memahami suasana duka yang berkepanjangan, kami akan terus berusaha dan berupaya agar situasi ini kembali normal," tamnah dia,

Namun, jika upaya dan itikat Arema FC ini dianggap belum memenuhi keinginan banyak pihak, atau justru membuat tidak kondusif, maka manajemen akan mempertimbangkan agar klub Arema FC untuk dibubarkan.
.
"Tentu kami merespon atas insiden ini. Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa. Jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusifitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak," jelasnya.

Kondisi di Kota Malang sendiri juga sempat memanas setelah Kantor Arema FC dirusak massa dalam aksi unjuk rasa, Minggu (30/1/2023).

Baca Juga: Cek Fakta: Ustaz Maulana Meninggal Kemarin Sore, Benarkah?

Load More