/
Senin, 20 Februari 2023 | 17:09 WIB
Ketua RT paksa ibadah di Gereja di Lampung dihentikan (Guntur Romli/Twitter)

Sejumlah umat kristiani di Lampung terpaksa menghentikan prosesi ibadahnya lantaran dihentikan Ketua RT setempat. Kejadian itupun tuai sorotan sejumlah tokoh salah satunya akademisi dan juga aktivisi NU yang Utriza Yakin.

Dalam video singkat yang salah satunya diunggah oleh Muhammad Guntur Romli terlihat seorang pria berkaus biru dan mengenakan topi tetiba menerobos masuk ke sebuah gereja Gereja Kristen Kemah Daud, Jalan Soekarno Hatta, Gang Anggrek, Rajabasa, Bandar Lampung.

Ia pun meminta prosesi ibadah yang tengah berlangsung itu dihentikan.

"Berhenti..berhenti," kata pria itu yang belakangan diketahui bernama Wawan yang menjabat sebagai RT.
"Sabar pak, ini lagi ibadah pak," jawab salah seorang jemaat yang terdengar dalam video.

Dalam video itu juga diperlihatkan salah seorang jemaat perempuan yang menangia histeris lantaran ibadahnya dipaksa berhenti.

Aksi tak beradab itupun mendapat kecaman sejumlah pihak, salah satunya dari aktivis Nahdlatul Ulama Ayang Utriza Yakin

"Ini melanggar HAM, UUD 1945, UU HAM.... Ini tidak mencerminkan ajaran Islam.... Ini sikap barbar, jahat, anti-kemajemukan, lahir dari pemahaman agama yg tertutup. Para pelaku harus diperiksa dan dimintakan pertanggungjawabannya: tangkap & adili," kicaunya lewat akun Twitternya.

Senada, Gun Romli juga turut mengecam tindakan ketua RT yang ugal-ugalan itu.

"Ibu ini menangis histeris, krn ibadah hari Minggu di Gereja GPKD Bandar Lampung dihentikan. Pria berkaos biru & bertopi ini gak punya otak & hati, coba kalau muslim lg sholat, lg sujud terus dipaksa berhenti, Pak @jokowi perintah bapak tdk dilaksanan dgn baik di bawah," katanya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Bakal Minta Keterangan dari Bupati Indramayu Usai Bertemu Lucky Hakim

Load More