/
Selasa, 18 April 2023 | 14:49 WIB
Pesulao Merah dengan DeaanDewan Adat Dayak DKI Jakarta ([TikTok/lawadifdkj@gmail.com])

Perseteruan antara Marcel Radhival dengan masyarakat Kalimantan khususnya suku Dayak berujung damai. Meski begitu, Marcel masih harus melaksanakan sanksi adat Dayak.

Meski begitu, Marcel atau Pesulap Merah menyebutkan bahwa ia dan masyarakat dayak tidak bertengkar sebagaimana yang beredar di media sosial.

“Saya Marcel Radhival, Pesulap Merah Indonesia, di sini tadi sudah ngobrol-ngobrol juga sama temen-temen sini, dan asik-asik banget ngobrolnya juga,” ujar Marcel dikutip dari unggahan @lawadifdkj@gmail.com. 

Lebih lanjut, Marcel memberitahukan maksudnya memproduksi video yang menyebabkan kontroversi tersebut. Ia mengaku hanya tidak ingin adat Dayak itu disalahgunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

“Jadi, sekali lagi saya tekankan, justru video itu saya buat agar Kalimantan dan Dayak tidak lagi dikonotasikan seolah-olah dukun yang menduitkan masyarakat,” ungkap Marcel.

“Agar Dayak dan Kalimantan itu tidak ditakuti dan dianggap menyeramkan sama masyarakat Indonesia, agar tidak lagi Dayak disalahgunakan sama dukun-dukun di Jabodetabek, karena banyak banget,” lanjutnya. 

Begitu pula disampaikan oleh perwakilan Dewan Adat Dayak DKI Jakarta, Marcel disebut tidak memiliki maksud untuk melecehkan masyarakat Kalimantan, khususnya Dayak. 

Adapun hasil pertemuan Pesulap Merah dengan Dewan Adat Dayak DKI Jakarta itu menghasilkan beberapa poin putusan sehingga menyatakan perdamaian.

“Marcel Radival dengan pengurus Dewan Adat Dayak DKI Jakarta, Jakarta 15 April 2023, 1 Marcel Radhival Pesulap merah telah mengakui telah menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat Adat Dayak pada khususnya,” ungkap perwakilan Dewan Adat Dayak.

Baca Juga: Awalnya Pakai Pendekatan Halus, Kini Panglima TNI Lancarkan Operasi Siaga Tempur Hadapi TPNPB-OPM di Papua

“Artinya saudara Marcel, kepada saudara-saudara saya orang Dayak di Pulau Kalimantan maupun di mana pun berada, bahwa tidak ada niatan saudara Marcel untuk melecehkan, merendahkan etnis suku Dayak atau masyarakat secara umum,” tegasnya.

Load More