/
Jum'at, 16 Juni 2023 | 19:54 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengantarkan Presiden Jokowi dan Iriana Jokowi ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk mudik ke Solo, Rabu (19/4/2023). ((Instagram @erickthohir))

Erick Thohir masih menjadi kandidat terkuat PAN untuk diajukan sebagai cawapres di Pemilu 2024. Elektabilitas serta kinerjanya tak bisa diragukan lagi untuk pembangunan Indonesia ke depan.

Upaya lobby politik ke Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) juga sudah dilakukan, meski PAN belum bergabung ke koalisi tersebut.

Wasekjen DPP PAN, Fikri Yasin mengatakan bahwa upaya itu dilakukan ke Ketum PKB, Muhaimin Iskandar untuk mengusulkan Erick Thohir mendampingi Prabowo Subianto.

"Ya saat ini istilahnya lobby-lobby," kata Fikri, Jumat (16/6/2023).

Bukan tanpa alasan, Erick Thohir dianggap mampu memberikan nilai intensif elektoral capres untuk memenangkan pada Pilpres 2024 nanti.

Hal itu mengingat elektabilitas Erick Thohir cukup unggul dibanding kandidat cawapres lain. Tak hanya itu kinerja yang ditunjukkan Erick, lebih banyak mendapat kepercayaan masyarakat.

Dengan demikian mendorong Erick Thohir sebagai cawapres untuk mendampingin capres Prabowo cukup penting. Bahkan PAN tengah berkomunikasi dengan Gerindra, PKB dan Golkar untuk memantapkan terbentuknya koalisi permanen.

"Saat ini kita sedang memantapkan koalisi empat partai yakni, PAN, Gerindra dan Golkar serta PKB. Dari empat partai ini yang berpeluang maju sebagai capres ya Pak Prabowo," ungkap Fikri.

Beberapa kali pertemuan keempatnya berusaha untul memantapkan koalisi tersebut. Diharapkan dalam waktu dekat koalisi permanan segera berdiri.

Baca Juga: Pengamat Sebut Golkar dan PAN Sebaiknya Bentuk Koalisi Keempat Demi Selamatkan Partai

Load More