Suara Joglo - Pemain naturalisasi dan pemain diaspora adalah dua istilah yang berhubungan dengan hubungan antara atlet atau pemain olahraga dengan negara tertentu.
Dalam dunia olahraga, khususnya sepak bola, istila naturalisasi dan diaspora kerap mendapat perhatian dari publik. Namun tidak semua dari mereka paham bahwa keduanya memiliki perbedaan yang cukup kental.
Meskipun keduanya dapat memiliki asal-usul atau akar budaya di negara yang berbeda, mereka berbeda dalam konteks bagaimana mereka terhubung dengan negara yang ingin mereka wakili di level olahraga internasional.
Berikut adalah perbedaan antara pemain naturalisasi dan pemain diaspora:
Pemain Naturalisasi
Pemain naturalisasi adalah atlet yang memperoleh kewarganegaraan dari suatu negara melalui proses naturalisasi atau pengakuan kewarganegaraan.
Hal ini berarti bahwa mereka awalnya bukan warga negara dari negara yang ingin mereka wakili di level olahraga internasional.
Proses naturalisasi melibatkan mengajukan permohonan kepada pemerintah negara tersebut dan memenuhi persyaratan tertentu, seperti tinggal di negara tersebut selama periode tertentu, menguasai bahasa, dan memenuhi kriteria lain yang ditetapkan oleh hukum atau regulasi negara tersebut.
Setelah menjadi warga negara, pemain naturalisasi dapat mewakili negara tersebut di acara olahraga internasional.
Baca Juga: Soal Ahok Jadi Dirut Pertamina, Erick Thohir: Bisa Saja Terjadi
Pemain Diaspora
Pemain diaspora adalah atlet yang memiliki akar budaya, etnis, atau keluarga di negara tertentu, tetapi mereka dilahirkan atau dibesarkan di negara lain.
Mereka memiliki hubungan emosional atau budaya dengan negara dari akar budaya mereka, tetapi mereka tumbuh atau mengembangkan karier olahraga mereka di negara lain.
Pemain diaspora seringkali memiliki kesempatan unik untuk mewakili negara di mana mereka memiliki akar budaya atau keluarga, tetapi mereka tidak memiliki kewarganegaraan dari negara tersebut secara otomatis.
Mereka mungkin perlu memenuhi syarat khusus atau proses naturalisasi untuk menjadi bagian dari tim nasional negara tersebut.
Dalam kedua kasus, baik pemain naturalisasi maupun pemain diaspora, hubungan dengan negara yang ingin mereka wakili bisa memiliki arti khusus bagi mereka secara pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan