PSM Makassar lempar sanjungan ke tuan rumah Bali United karena selalu menang dalam pertandingan yang mempertemukan kedua skuad tersebut sejak 2016.
“Bali United tim yang bagus, sejak 2016 PSM tidak pernah menang tandang melawan Bali, sudah tujuh tahun,” kata Pelatih Kepala PSM Makassar Bernardo Tavares di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Kamis.
Sejak ia melatih skuad Juku Eja itu, sudah dua kali tidak meraih poin melawan tim yang memiliki julukan Serdadu Tridatu itu yakni pada babak playoff Liga Champions Asia.
Pada pertandingan pertama di Gianyar, PSM Makassar bermain imbang 1-1 melawan Bali United pada Selasa (6/6).
Kemudian pada pertandingan di kandang PSM di Pare-pare, PSM kalah melalui tendangan penalti 4-5.
Namun, lanjut dia, dalam pertandingan sepak bola yang diwakili masing-masing 11 orang terkadang ada kejutan yang tidak bisa diprediksi kedua tim.
“Kita lihat saja, kadang ada kejutan tapi sulit main tandang melawan Bali United,” imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga mengaku timnya tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan latihan, hanya melakukan pemulihan fisik pemain.
Senada dengan sang pelatih, pemain PSM Makassar Reza Arya mengaku sudah siap menghadapi juara Liga 1 Indonesia 2019 dan 2021/2022 itu.
“Kami tahu ini bukan pertandingan yang mudah karena Bali United bagus. Kami juga tidak banyak waktu, bulan ini padat jadwalnya tapi kami harus siapkan diri untuk laga nanti,” katanya.
Rencananya, Bali United akan melawan PSM Makassar pada Jumat (11/8), pukul 16.00 WITA atau 15.00 WIB di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik