/
Senin, 04 September 2023 | 10:58 WIB
Striker Arema FC, Dedik Setiawan (kanan) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Persikabo 1973 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (28/8/2023) sore. (PT LIB)

Suara Joglo - Arema FC menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan di BRI Liga 1 2023/2024. Mereka berhasil meraih dua kemenangan beruntun yang membantu mereka keluar dari posisi juru kunci klasemen dan saat ini menempati peringkat ke-16 dengan total 9 poin, unggul satu poin dari Persita Tangerang yang berada dalam zona degradasi.

Peningkatan performa Arema FC ini tidak didapat dengan mudah. Sebelumnya, tim ini mengalami masa sulit dengan kesulitan meraih kemenangan. Kritik dari para suporter melalui media sosial mulai bermunculan, yang membuat para pemain Arema FC merasa tertekan dan kesulitan tampil maksimal di lapangan.

Dalam sembilan pertandingan pertama di BRI Liga 1 2023/2024, Arema FC mengalami enam kekalahan dan tiga hasil imbang, sehingga pertahanan tim ini menjadi yang paling buruk dengan kebobolan sebanyak 22 gol.

Meskipun telah merekrut kiper asing baru, Julian Schwarzer, banyaknya pemain belakang yang cedera membuat lini pertahanan Arema FC masih belum stabil.

Masalah internal juga menjadi kendala, dengan beberapa insiden ketegangan yang terjadi selama sesi latihan. Pemain asing dan lokal terlihat seperti berada dalam kelompok terpisah, dan pemain dari Liga 2 yang baru bergabung terlihat kurang percaya diri untuk berbaur dengan pemain senior.

Namun, situasi ini mulai berubah belakangan ini. Pemain lokal dan asing mulai lebih bersatu, dan pemain dari Liga 2 mulai menunjukkan kemampuannya sehingga mereka cocok untuk bermain bersama Arema FC.

Perubahan ini terjadi setelah tim mengalami masa sulit dan menyadari pentingnya kekompakan dan chemistry di dalam tim. Mereka menyadari bahwa kekompakan dapat terbentuk lebih cepat ketika mereka bersatu.

Pelatihan juga menjadi faktor penting dalam perbaikan ini. Setelah pergantian pelatih, para pemain mendapatkan program latihan yang lebih intensif, dengan sesi latihan ganda dan intensitas yang tinggi. Fernando Valente, pelatih asal Portugal, juga melakukan evaluasi dan analisis reguler dengan pemain untuk memahami taktik yang diinginkan.

Akibatnya, pemain Arema FC menjadi lebih cerdas dalam pengambilan keputusan di lapangan. Mereka diajarkan untuk memainkan tempo permainan sesuai dengan kondisi fisik mereka, sehingga tidak perlu terlalu banyak berlari.

Baca Juga: Arsenal Hantam Manchester United, Mikel Arteta Bangga pada Para Pemainnya

Hal ini terbukti berhasil ketika mereka mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-0, meskipun mereka lebih lelah dalam hal pemulihan fisik. Selain itu, mereka berhasil menjaga pertahanan mereka tetap rapat dan kiper Julian Schwarzer tampil dengan baik.

Load More