Ratusan pemukim Israel pada Minggu (17/9) memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki untuk merayakan Tahun Baru Yahudi.
Pemukim Israel merayakan liburan Rosh Hashanah (Tahun Baru) pada 15-17 September tahun ini. Mereka juga akan memperingati hari raya Sukkot pada akhir September dan hari raya Simhat Torah pada 6 Oktober.
Dalam pernyataan singkat, Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania mengatakan 303 pemukim menyerbu masuk kompleks masjid di bawah perlindungan polisi Israel pada Minggu pagi.
Mereka mengatakan pasukan Israel mengosongkan komplek Al-Aqsa dari jemaah Palestina sebelum mengizinkan para pemukim masuk.
Menurut pernyataan itu, warga Palestina yang berusia di bawah 50 tahun dilarang memasuki komplek.
Sejumlah warga Palestina ditangkap oleh pasukan Israel dari dalam kompleks, menurut warga setempat.
Menteri Luar Negeri Palestina mengutuk serangan dan provokasi oleh pemukim Israel di komplek Al-Aqsa.
Dalam sebuah pernyataan, kemenlu Palestina menuduh pemerintah Israel “menggunakan hari raya dan festival keagamaan Yahudi untuk tujuan kolonial dan pendudukan.”
Kelompok Hamas Palestina, yang menguasai Jalur Gaza, mengutuk serangan oleh pemukim Israel ke dalam komplek Al-Aqsa sebagai "kelanjutan serangan Israel" di tempat tersebut.
Baca Juga: Profil Robert Bauer, Eks Pemain Timnas Jerman yang Jadi Mualaf usai Berkarier di Liga Arab Saudi
"Bangsa Palestina bersatu dalam membela Al-Aqsa dan dalam menghadapi serangan Israel," kata juru bicara Hamas Mohammad Hamada dalam sebuah pernyataan.
Hamada menuduh pemerintah Israel berupaya menjadikan konflik Palestina-Israel menjadi "perang agama". Tidak ada pernyataan dari otoritas Israel mengenai laporan tersebut.
Bagi umat Islam, Al-Aqsa mewakili situs paling suci ketiga di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci, serta menyebut tempat itu sebagai situs dua kuil Yahudi kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur, yang menjadi lokasi komplek Al-Aqsa, selama Perang Arab-Israel pada 1967.
Israel kemudian menguasai keseluruhan kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Laba Tembus Rp57,132 Triliun, BRI Tegaskan Komitmen Dorong Ekonomi Kerakyatan
-
Asal-Usul Anak Angkat yang Dicurigai Punya Hubungan Gelap dengan Ibu Tiri Nizam
-
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Korupsi Impor
-
BRI Raup Laba Rp57,132 Triliun, Perkuat Peran Dukung Program Prioritas Pemerintah
-
Lewat BRIVolution Reignite, BRI Bukukan Transaksi Rp7.057 Triliun
-
Review Film Lift Menang Award Internasional, Tapi Eksekusinya Kurang Menggigit?
-
5 Shio Paling Beruntung dan Makmur di 27 Februari 2026, Kamu Termasuk?
-
DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India
-
Game Ngebut, Kamera Tajam! Ini 5 HP 4 Jutaan Terbaik