Suara Joglo - Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, memilih untuk tidak memberikan banyak komentar mengenai pemecatan Wiljan Pluim. Menurut Tavares, perannya hanyalah sebagai pelatih tim.
Kejutan datang dari PSM Makassar, klub yang berbasis di Sulawesi Selatan, dengan memutuskan untuk mendepak Wiljan Pluim. Kabar pemecatan Pluim diumumkan secara langsung oleh pemilik PSM Makassar, Aksa Mahmud. Menurutnya, klub ingin melakukan regenerasi dan tidak ingin terlalu bergantung pada satu pemain, khususnya mengingat usia Pluim yang dianggap sudah cukup tua.
Pelatih Bernardo Tavares menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut terkait kepergian Wiljan Pluim. Menurut Tavares, perannya adalah sebagai pelatih dan bukan sebagai pemilik PSM Makassar.
"Saya hanya berperan sebagai pelatih di tim ini. Saya bukan direktur atau CEO dari tim ini. Tugas saya adalah untuk mengembangkan para pemain. Oleh karena itu, terkait pernyataan tersebut, saya tidak dapat berkomentar lebih lanjut," ungkap Bernardo Tavares saat diminta tanggapan mengenai kepergian Wiljan Pluim.
Kehadiran Wiljan Pluim di PSM Makassar memang sudah lama menjadi teka-teki. Awalnya, terdapat berita mengenai tunggakan gaji yang dialami oleh para pemain PSM Makassar.
Kemudian, Pluim memilih untuk kembali ke Belanda pada FIFA Matchday edisi September 2023. Setelah itu, ia tidak kembali lagi dan menghilang dari skuad PSM.
Sudah delapan pertandingan PSM Makassar tanpa kehadiran Wiljan Pluim. Akhirnya, tersebar kabar bahwa sang pemain telah dipecat oleh klub Juku Eja tersebut.
Wiljan Pluim bergabung dengan PSM Makassar sejak tahun 2016. Secara keseluruhan, Pluim telah mencatatkan 178 penampilan dengan 47 gol serta 51 assist.
Ia juga berhasil membawa pulang dua gelar juara untuk PSM. Pemain asal Belanda ini berhasil membawa pulang gelar Piala Indonesia 2018/2019 dan BRI Liga 1 2022/2023.
Baca Juga: 4 Sate Kambing Muda di Tegal Empuk dan Dijamin Tidak Bau Prengus
Pada musim lalu, pesepakbola yang memiliki kepala plontos ini juga dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kompetisi. Kontrak Pluim sebenarnya baru akan berakhir pada Desember 2025.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dipugar, Candi Mendut Ditutup Satu Tahun hingga 2027
-
20 Twibbon Hari Pramuka 2026, Cocok Jadi Foto Profil dan Dibagikan ke Media Sosial
-
Ribuan Pilot Malaysia Airlines Tes Narkoba Buntut Selundupan Ekstasi ke Bandara Soetta
-
Pemeriksaan Perdana Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
BUMN Nggak Bebas Lagi, Tak Bisa Asal Garap Proyek Hilirisasi
-
Just Like Mona Lisa Rilis PV Perdana, Chika Anzai Isi Suara Karakter Utama
-
Hanya di Bulan Agustus! Servis Motor Yamaha Pakai QRIS BRImo Langsung Dapat Cashback
-
Drama Tanah Wakaf Pandegiling Memanas, Proyek Dihentikan Paksa
-
Review Drama Mouse, Pembalasan Dendam yang Menguak Sisi Kelam Manusia
-
Jelang Kick Off Singapura vs Timnas Indonesia, John Herdman Ultimatum Rizky Ridho Cs