Suara.com - Relawan pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka langsung melakukan operasi semut di sekitar Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023). Organisasi sayap Partai Gerindra, TIDAR bersama relawan bergerak mengambil sampah di jalan setelah pasangan Prabowo-Gibran mendaftar sebagai Capres dan Cawapres di KPU.
Berdasarkan keterangan yang diterima Suara.com, mereka hanya butuh waktu 30 menit untuk membersihkan usai pendaftaran Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran. Setelah itu situasi kembali ke sediakala.
"Para kader organisasi sayap Partai Gerindra, yaitu Tidar dan para relawan dengan sigap dan kompak membersihkan sampah-sampah yang berserakan di pinggir Jalan Imam Bonjol, Menteng," tulis keterangan tersebut.
Diketahui, jalan Imam Bonjol mengarah gedung KPU sempat dipenuhi oleh relawan dan pendukung saat pasangan Prabowo-Gibran mendaftar Pilpres 2024.
Para relawan ramai-ramai mengambil sampah. Ada dari mereka yang menampung sampah-sampah tersebut untuk dimasukkan ke dalam kantong besar.
Mereka ingin menyampaikan kalau Capres dan Cawapres yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) bertanggung jawab dengan terselenggaranya pendaftaran Capres dan Cawapres, khususnya berkaitan dengan kebersihan dan kembali lancarnya arus lalu lintas.
Daftar ke KPU
Diberitakan sebelumnya, Prabowo dan Gibran telah menyerahkan berkas admistrasi pencalonan capres dan cawapres kepada ketua KPU RI Hasyim Asy'ari pada Rabu (25/10/2023).
"Dengan membawa program kami, membawa visi kami, membawa strategi kami untuk melanjutkan pembangunan dan mengantar Indonesia sampai menjadi negara maju dan makmur," kata Prabowo di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2023).
Baca Juga: Telak! JJ Rizal Sebut Gibran Tak Pantas Disejajarkan dengan Sutan Sjahrir
Prabowo-Gibran merupakan paslon ketiga yang mendaftar ke KPU RI. Pendaftaran keduanya diiringi oleh ribuan simpatisan di depan Kantor KPU. Hadir juga mendampingi Prabowo dan Gibran ke ruang pendaftaran capres dan cawapres ketua umum partai-partai Koalisi Indonesia Maju.
Berita Terkait
-
Kata Gibran Ditanya Statusnya sebagai Kader PDIP Usai Daftar Jadi Cawapres Prabowo
-
Dukung 2 Paslon Lain, Ari Lasso Diprotes gegara Tak Posting Foto Anies - Cak Imin: Ada Kesenjangan, Nih
-
Prabowo-Gibran Daftar ke KPU, Kader PSI Surabaya Sambut dengan Cukur Gundul
-
Telak! JJ Rizal Sebut Gibran Tak Pantas Disejajarkan dengan Sutan Sjahrir
-
Tepis Isu Hubungan Jokowi dan Megawati Retak, Politisi PDIP: Cerah Ceria!
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan